Asahan, Gesuri.id - Di Asahan, Sumatera Utara, ada dua pasangan kader 'banteng' yang berhasil menjadi anggota DPRD Asahan.
Kedua pasangan itu adalah Rosmansyah dan Nur Anisah Pulungan, serta Armen Margolang bersama Yenni Manik.
Kedua pasangan ini berhasil menduduki kursi DPRD Asahan melalui PDI Perjuangan dari dapil berbeda.
Rosmansyah maju dari Dapil Asahan VI yang meliputi Kecamatan Tinggi Raja, Buntu Pane, Setia Janji, dan Bandar Pasir Mandoge.
Sedangkan sang istri Nur Anisah Pulungan, berkompetisi di Dapil Asahan, yang meliputi Kecamatan Air Joman, Silau Laut dan Tanjung Balai.
Rosmansyah menjelaskan, awalnya hanya dia yang berniat menjadi caleg. Namun, karena Undang-Undang mengharuskan adanya kuota perempuan yakni 30 persen, sang istri pun turut serta.
"Ternyata di dalam perjalanan, istri diterima di masyarakat, Alhamdulillah," katanya, baru-baru ini.
Rosmansyah menjelaskan, ia bersama sang istri pada masa kampanye fokus di masing-masing daerah pemilihan. Meski begitu, Rosmansyah mengaku menjadikan sang istri sebagai rekan diskusi dalam menghadapi konstituen.
"Kami sering berdiskusi meskipun berbeda dapil, bagaimana menghadapi persoalan yang ada di masyarakat ,bagaimana penyampaiannya dan itulah yang disampaikan kepada masyarakat," katanya.
Rosmansyah mengaku, ia bersama sang istri terkadang berbeda pendapat membahas sebuah masalah.
"Istri saya ini latar belakangnya aktivis, sehingga kami sering diskusi,beda pendapat kan biasa," ujarnya.
Setelah duduk di gedung DPRD Asahan, Rosmansyah beserta sang istri berkomitmen menjunjung tinggi profesionalitas dan menjaga amanah yang diemban.
"Kami akan dapat membedakan yang mana kehidupan pribadi dan mana sebagai wakil rakyat," katanya.
Menurut Rosmansyah, ia beserta sang istri akan fokus dalam pemberdayaan masyarakat yakni pembekalan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sementara itu, pasangan 'banteng' lainnya, yakni Yenni Manik mengaku mendaftar sebagai calon legislator menyusul sang suami, Armen Margolang.
Yenni awalnya tak menyangka dapat terpilih menjadi Anggota DPRD Asahan.
"Awalnya, kami tidak berniat maju berdua. Suami saja yang maju," katanya.
Yenni menjelaskan, ia awalnya mengisi kuota wanita saja. Namun, setelah dia memahami bahwa mekanisme perhitungan suara menggunakan sistem suara terbanyak, Yenni pun berjuang total dengan turun ke lapangan selama tiga bulan terakhir.
Yenni yang ikut berkompetisi di Dapil Tujuh Asahan, yang meliputi Kecamatan Sei Kepayang, Kecamatan Pulo Rakyat, Bandar Pulau, Aek Kuasan, Aek Songsongan, Rahuning dan Kecamatan Aek Ledong ini mengaku dirinya hanya underdog pada pileg lalu.
"Namun berkat diskusi dengan suami yang juga incumbent dan senior, saya termotivasi. Bayangkan saja lawan saya senior dan petahana," katanya.
Yenni mengatakan, saat di DPRD nanti, ada kemungkinan dia dan sang suami berbeda pendapat menanggapi suatu permasalahan.
"Yang jelas nanti kami akan profesional sesuai tupoksi masing-masing," pungkasnya.

















































































