Ikuti Kami

'People Power' Versi Amien Rais Menolak Keputusan Rakyat

Adian: Pemegang kedaulatan itu adalah rakyat, mengapa harus ada ancaman People Power?...

'People Power' Versi Amien Rais Menolak Keputusan Rakyat
Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu.

Jakarta, Gesuri.id - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu, mempertanyakan maksud politisi senior PAN Amien Rais menebar ancaman People Power apabila Pemilu 'curang'. 

Hal tersebut dikatakan Adian dalam tayangan di sebuah stasiun televisi swasta, Selasa (9/4) malam.

Baca: 'People Power' Kembali ke Zaman Demokrasi Tak Dihormati

"Bahwa kemudian pemegang kedaulatan itu adalah rakyat, mekanisme demokrasinya lewat pemilu, dan itu sudah diuji berkali-kali, dan baik-baik saja, mengapa harus ada ancaman People Power?" ujar Adian. 

Menurut Adian, yang menjadi masalah dalam pemilu bukanlah ada tidaknya kecurangan, tapi ada tidaknya mekanisme dan institusi yang menangani kecurangan-kecurangan tersebut.

Jadi, lanjut Adian, yang menyebabkan orang marah adalah ketika ada kecurangan, namun tidak ada mekanisme untuk memberikan sanksi kepada pelaku kecurangan.

"Sekarang kan semuanya ada. Bahkan KPU yang pilih siapa? Ramai-ramai kan, bukan presiden yang pilih," ungkap Adian.

"Artinya itu produk bersama. produk kolektif antara parlemen, eksekutif, dan sebagainya." lanjut Adian. 

Karena itu, ujar Adian, tidak seharusnya ada pihak yang memiliki wakil di parlemen, namun memprotes produk bersama itu.

Baca: Soal 'People Power', Amin Rais Seperti Orang Kalah & Kalap

Adian mengatakan 'people power' yang dimaksud Amien Rais adalah gerakan untuk menolak keputusan rakyat. Sebab, pemilu itu keputusan rakyat. 

Jadi, di mata Adian, people power' versi Amien Rais itu seperti kekuatan rakyat untuk menolak produk rakyat.

"Kan aneh. Artinya, buktikan dulu kecurangannya. Buktikan dulu ada yang tidak benar," ujar Adian.

Quote