Ikuti Kami

Elektabilitas Ganjar-Yasin Makin Tidak Terkejar

Survei Alvara Research Center menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen tidak terkejar rival politiknya.

Elektabilitas Ganjar-Yasin Makin Tidak Terkejar
Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen

Semarang, Gesuri.id - Hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen tidak terkejar rival politiknya yakni Sudirman Said-Ida Fauziyah.

"Dari hasi survei yang kami lakukan elektabilitas Ganjar-Yasin mencapai 58,8 persen, sedangkan Sudirman-Ida hanya 11,5 persen," kata CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali di Semarang, Senin (14/5).

Baca: Ganjar - Yasin, Tetep Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi

Survei Pilgub Jateng 2018 yang dilakukan Alvara Research Center pada 20-30 April 2018 menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pengambilan sampel melalui metode "multi stage random sampling" dengan rumah tangga sebagai unit terkecil, dan survei ini memiliki "margin error" sebesar 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dari rumah ke rumah terhadap 1.000 responden yang memiliki hak pilih pada Pilgub Jateng mendatang di seluruh kabupaten/kota.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data-data dari survei dapat dikatakan jika peluang kemenangan Ganjar-Yasin pada Pilgub Jateng 2018 cukup besar, apalagi ditopang oleh empat indikator utama.

"Yang pertama, kepuasan terhadap kinerja petahana sangat tinggi yakni 85,3 persen artinya publik tidak hanya mengapresiasi kepemimpinan Ganjar Pranowo, tapi juga mengakui kinerjanya yang berimplikasi pada penguatan nilai elektoral Ganjar-Yasin," ujar dia.

Kepuasan publik tertinggi terhadap kinerja petahana Ganjar Pranowo terdapat pada aspek kebebasan berpendapat yakni 86,6 persen, penyediaan listrik (86,5 persen), pelayanan pendidikan (86,4 persen).

Kedua adalah tingkat popularitas, Ganjar-Yasin merupakan pasangan cagub yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merata di berbagai segmen pemilih, serta tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Baca: Erupsi Gunung Merapi, Ganjar Tetap Berkoordinasi

Hal itu, kata dia, berbeda dengan elektabilitas Sudirman-Ida yang masih lemah, khususnya di beberapa kabupaten/kota.

"Indikator ketiga adalah jarak elektabilitas Ganjar-Yasin dengan Sudirman-Ida mencapai 45,6 persen atau lebih tinggi dari jumlah 'undecided voters' yang hanya 30,0 persen.

Artinya, meskipun Sudirman-Ida berhasil menggaet seluruh 'undecided voters', masih belum mampu mengejar posisi elektoral Ganjar-Yasin," katanya.

Kemudian, indikator keempat adalah kekuatan soliditas pemilih Ganjar-Yasin mencapai 68,2 persen yang berarti terdapat 31,8 persen pemilih Ganjar-Yasin yang masih mungkin mengubah pilihan.

"Menariknya, soliditas pemilih Sudirman-Ida justru lebih rendah yakni 60,7 persen sehingga terdapat 39,3 persen pemilih yang masih mungkin berpindah," ujarnya.

Sementara itu, citra yang melekat pada Ganjar-Yasin dan Sudirman-Said menunjukkan diferensiasi yang berbeda.

Tiga citra tertinggi Ganjar-Yasin adalah dekat dengan rakyat, tokoh terkenal, berjiwa pemimpin, sedangkan citra pada Sudirman-Ida adalah intelektual/pintar, memiliki kemampuan yang baik, serta berwibawa.

Kepada pasangan Ganjar-Yasin, Ali menyarankan agar terus menjaga suara di daerah-daerah kemenangan, sedangkan pasangan Sudirman-Said disarankan untuk mengoptimalkan kinerja mesin partai pendukung agar dapat mengejar ketertinggalan.
 

Quote