Ikuti Kami

Bupati Ipuk Hadirkan Pertama Kali Gandrung Sewu di Malam Hari

Atraksi kolosal Gandrung Sewu akan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada 24 Oktober mendatang mulai pukul 18.30 WIB.

Bupati Ipuk Hadirkan Pertama Kali Gandrung Sewu di Malam Hari
Atraksi kolosal Gandrung Sewu akan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada 24 Oktober mendatang mulai pukul 18.30 WIB - Foto: Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi, Gesuri.id - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan selalu berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam Gandrung Sewu.

“Tahun ini untuk pertama kalinya kita hadirkan pada malam hari. Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” ujar perempuan yang juga menjabat Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu, Minggu (4/10/2026).

Jelang pelaksanaan Gandrung Sewu 2026, ribuan penari mulai mematangkan persiapan melalui latihan gabungan perdana di Stadion Diponegoro, Banyuwangi.

Latihan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan gerak dan pola tari para peserta yang sebelumnya berlatih secara terpisah di daerah masing-masing.

Atraksi kolosal Gandrung Sewu akan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada 24 Oktober mendatang mulai pukul 18.30 WIB.

Salah satu penari, Ardra Sachio Valerian Marenda, asal MTsN 1 Kota Malang, terlihat antusias mengikuti Gandrung Sewu untuk pertama kalinya. Ia mengaku terkesan melihat semangat para penari Banyuwangi meski menjalani latihan hingga malam hari.

“Saya takjub dengan ribuan penari Gandrung di sini. Meskipun berlatih sampai malam, namun masih sangat bersemangat. Keren,” kata Valerian, Minggu

Ketua Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, mengatakan bahwa latihan gabungan perdana berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, kesiapan para penari dalam menguasai pola dan gerakan tari telah mencapai sekitar 75 persen.

“Peserta Gandrung Sewu tahun ini sangat cepat adaptasi dan mempelajari pola dan gerak tari sehingga kami juga tidak terlalu kesulitan saat mengarahkan,” ujar Suko.

Menurutnya, Gandrung Sewu 2026 juga melibatkan peserta dari sejumlah daerah di luar Banyuwangi. Di antaranya, Jakarta, Palembang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Malang, dan Blitar.

“Latihan gabungan ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya para penari berlatih secara terpisah di wilayah masing-masing. Latihan gabungan akan kami gelar tiap akhir pekan untuk mematangkan penari,” ujarnya.

Gandrung Sewu 2026 mengusung tema “Kembang Dermo”, yang akan mengangkat kesakralan salah satu adat yang hidup dan berkembang di Banyuwangi.

Rangkaian Gandrung Sewu 2026 akan dimulai pada 22 Oktober dengan penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk. Agenda berlanjut pada 23 Oktober dengan sajian Musik Jalanan dan Gandrung Terob.

Sementara pada 24 Oktober, rangkaian acara akan dimeriahkan Jaranan Show, Meras Gandrung, atraksi drone, pesta kembang api, hingga pementasan utama Gandrung Sewu. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan konser musik.

Tahun ini, Gandrung Sewu untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari. Perubahan waktu tersebut akan menghadirkan pengalaman visual berbeda dengan dukungan tata cahaya, gerak ribuan penari, atraksi drone, serta berbagai pertunjukan pendukung lainnya.

Quote