Pekalongan, Gesuri.id - Wali Kota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid mengajak generasi muda meneladani semangat para pejuang dalam Pertempuran 3 Oktober 1945.
Menurut Afzan, perjuangan rakyat Pekalongan saat itu menunjukkan kuatnya persatuan berbagai unsur masyarakat.
“Yang patut kita teladani adalah bagaimana perjuangan beliau-beliau para pahlawan ini tanpa dikomando, tanpa dipaksa, tanpa dibayar,” kata Afzan, dikutip Minggu (4/10/2026).
Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai elemen lainnya bersatu menghadapi situasi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Afzan menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rangkaian peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 di Kota Pekalongan.
Ia menilai perjuangan para pendahulu bukan hanya memperlihatkan keberanian, tetapi juga pengorbanan tanpa pamrih.
Menurut dia, para pejuang ketika itu memiliki tekad yang sama untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Mereka menghadapi risiko besar, termasuk kehilangan nyawa dalam perjuangan tersebut.
“Perjuangan pahlawan-pahlawan Kota Pekalongan pada waktu itu semuanya bersatu. Dari unsur masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya berkumpul menjadi satu,” ujarnya.
Pertempuran 3 Oktober 1945 merupakan bagian dari upaya rakyat Pekalongan mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang.
Perundingan antara perwakilan rakyat Pekalongan dan Jepang berlangsung pada 3 Oktober 1945 di markas Kempetai.

















































































