Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI dari daerah pemilihan Bali, I Nyoman Parta, menegaskan seni dan budaya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
“Berkesenian dan berkebudayaan adalah jiwa manusia Bali. Berkesenian bukan karena kebutuhan panggung atau festival, tetapi karena ada rasa tanggung jawab untuk merawat warisan leluhur,” kata Nyoman Parta, dikutip Selasa (17/3/2026).
Politisi dari PDI Perjuangan itu menjelaskan masyarakat Bali dikenal memiliki tradisi berkesenian yang kuat. Aktivitas seni bukan sekadar untuk pertunjukan atau festival, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya para leluhur.
Ia menambahkan keberlangsungan seni dan budaya tersebut membuat Bali dikenal sebagai daerah dengan budaya yang hidup atau *living culture*, karena masyarakatnya secara konsisten menjaga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Bali mendapat predikat living culture karena masyarakatnya merawat budaya sejak usia sangat dini. Anak-anak sudah dikenalkan dengan kesenian dan tradisi sejak kecil sehingga budaya itu terus menggenerasi,” ujarnya.
Nyoman Parta mencontohkan kegiatan seni yang diikuti anak-anak dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Sukawati sebagai bentuk nyata pelestarian budaya sejak usia dini.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan seni tradisional menjadi salah satu kunci agar budaya Bali tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Anak-anak PAUD dan TK di Sukawati sejak kecil sudah belajar seni dan budaya. Ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya di Bali berjalan secara alami dalam kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Ia menilai pengenalan seni tradisional kepada generasi muda sangat penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah, sehingga generasi muda tidak hanya memahami budaya secara teori tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nyoman Parta juga menekankan bahwa budaya Bali tidak hanya berkaitan dengan seni pertunjukan, tetapi juga mencakup nilai-nilai spiritual, etika sosial, serta hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.
“Budaya Bali mengandung nilai filosofi yang sangat dalam. Di dalamnya ada nilai spiritual, harmoni dengan alam, serta hubungan sosial yang kuat di masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda terus diperkuat melalui peran keluarga, sekolah, dan komunitas adat agar tradisi yang telah diwariskan para leluhur tetap terjaga.
“Selama generasi muda terus diajak terlibat dalam kegiatan budaya, maka Bali akan tetap dikenal sebagai daerah yang memiliki budaya hidup atau living culture,” pungkasnya.

















































































