Ikuti Kami

Dari STOVIA, Anak Muda Mulai Menulis Sejarah

Mereka masih sangat muda ketika memilih memikirkan nasib bangsanya. Usia belasan dan awal dua puluhan bukan penghalang keberanian.

Dari STOVIA, Anak Muda Mulai Menulis Sejarah
Pelajar Stovia - Foto: Kemdikbud

TEPAT 20 Mei 1908, di Batavia, daerah pusat kekuasaan Kolonial Belanda (VOC), menjadi tempat bersejarah lahirnya pergerakan yang dinisiasi sekelompok anak muda pelajar STOVIA, sekolah pendidikan dokter bentukan kolonial Hindia Belanda, yang akan mengubah arah sejarah.

Di sana, Soetomo dan kawan-kawan muda mendirikan Boedi Oetomo. Goenawan Mangoenkoesoemo termasuk pemuda yang menggerakkan perkumpulan tersebut.

Mereka masih sangat muda ketika memilih memikirkan nasib bangsanya. Usia belasan dan awal dua puluhan bukan penghalang keberanian. Jika dikategorikan kelompok usia saat itu, bisa dibilang mereka masih generasi milenial.

Gagasan itu sebelumnya disemai Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Ia berkeliling Jawa membawa gagasan tentang pentingnya pendidikan.

Pertemuan dengan pelajar STOVIA membuat gagasan itu menyala. Soetomo dan kawan-kawan kemudian membangun organisasi gerakan sebagai wadah perjuangan.

Budi Utomo memang belum berbicara tentang Indonesia secara utuh. Gerak awalnya masih berpusat pada Jawa dan Madura.

Tetapi sejarah sering bermula dari langkah yang belum sempurna. Yang penting, anak muda mulai belajar berkumpul dan berorganisasi.

Dari ruang belajar itulah kesadaran kolektif perlahan tumbuh. Sekat kedaerahan mulai berhadapan dengan gagasan tentang kemajuan bersama.

Goenawan bahkan telah menulis tentang perubahan sejak usia muda. Tulisan menjadi jalan menyuarakan kegelisahan terhadap keadaan masyarakat.

Hari ini, gen Z dan milenial hidup dalam zaman yang berbeda. Namun keberanian membaca zaman tetap menjadi modal perubahan.

Melek politik bukan berarti harus terburu-buru menjadi politisi. Ia berarti memahami persoalan dan berani ikut menentukan arah.

Seratus tahun lebih telah berlalu sejak langkah kecil itu. Sejarah mengingat mereka karena keberanian memulai, bukan sekadar bermimpi.

Maka, anak muda hari ini tak perlu menunggu menjadi tua. Perubahan dapat dimulai dari organisasi, gagasan, dan keberanian bersuara.

Sebab bangsa besar selalu membutuhkan generasi yang berani belajar. Juga generasi yang berani berkumpul dan memperjuangkan masa depan.

Karena setiap zaman ada orangnya, setiap orang ada zamannya. Tinggal kita yang memilih, ingin menjadi bagian dari perubahan atau hanya menjadi penonton?

Quote