Ikuti Kami

Surat Islam Dari Ende, 14 Desember 1935

Dalam surat tertanggal 14 Desember 1935, Soekarno menulis: "Kaum kolot di Endeh, di bawah ajaran beberapa orang Hadaramaut, belum tenteram.

Surat Islam Dari Ende, 14 Desember 1935
Ir. Soekarno (Bung Karno)

Assalamu'alaikum, 

Kiriman "Al-Lisaan", telah saya terima mengucap
diperbanyak terima kasih kepada saudara.
Terutama nomor ekstra perslah debat taqlid, adalah
sangat menarik perhatian saya. Saya ada maksud
Insya Allah kapan-kapan, akan menulis sesuatu
artikel-pemandangan atas nomor ekstra taqlid itu,
artikel yang mana nanti boleh Saudara muatkan
pula ke dalam "Al-Lisaan". Sebab, cocok dengan
anggapan tuan, soal taqlid inilah teramat
maha-penting bagi kita kaum Islam umumnya. 

Taqlid adalah salah satu sebab yang terbesar dari
kemunduran Islam sekarang ini. Semenjak ada
aturan taqlid, di situlah, kemunduran Islam 
cepat sekali. Tak heran! Di mana genius di rantai,
di mana akal fikiran diterungku, di situlah
datang kematian. 

Saudara telah cukuplah keluarkan alasan-alasan
dalil Qur'an dan Hadits. Saudara punya
alasan-alasan itu, sangat sekali meyakinkan.
Tapi masih ada pula alasan-alasan lain yang
menjadi vonnis atas aturan taqlid itu: 
alasan-alasannya "tarikh", alasan-alasannya
"sejarah", alasan-alasannya "history". 

Baca Juga: Surat Islam Dari Ende, 25 Oktober 1935

Bila kita melihat jalannya sejarah Islam,
maka tampaklah di situ akibatnya taqlid itu
sebagai satu garis ke bawah, garis decline, 
sampai sekarang. Umumnya kita punya
kyai-kyai dan kita punya ulama-ulama tak ada
sedikitpun "feeling" kepada sejarah, ya, boleh
saya katakan kebanyakan tak mengetahui,
sedikitpun dari sejarah itu. Mereka punya minat
hanya menuju kepada "agama khususi" saja,
dan dari agama khususi ini, terutama sekali
bagian fiqh Sejarah, apa lagi bagian "yang
lebih dalam",

yakni yang mempelajari 
"kekuatan-kekuatan-masyarakat" yang
"menyebabkan" kemajuannya atau 
kemundurannya sesuatu bangsa, sejarah itu
sama sekali tidak menarik mereka
punya perhatian. 

Padahal, disini, di sinilah padang penyelidikan yang
maha-maha penting. 

Apa "sebab" mundur? Apa "sebab" bangsa ini di
zaman ini begitu? 

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang maha-penting
yang harus berputar terus-menerus di dalam kita
punya ingatan, kalau kita mempelajari naik-turunnya
sejarah itu. 

Baca Juga: Surat Islam Dari Ende, 15 September 1935

Tetapi bagaimana kita punya kyai-kyai dan
ulama-ulama? Tajwid tetapi pengetahuannya
tentang sejarah umumnya "nihil". Paling
mujur mereka hanya mengetahui "Tarikh Islam"
saja, dan inipun terambil dari buku-buku tarikh
Islam yang kuno, yang tak dapat "tahan"
ujiannya modern Science,  yakni tak dapat
"tahan" ujiannya ilmu-pengetahuan modern! 

Padahal justru ini sejarah yang mereka
abaikan itu,  justru ini persaksian sejarah
yang mereka remehkan itu, adalah
membuktikan dengan nyata dan dahsyat,
bahwa dunia Islam adalah sangat mundur
semenjak muncul aturan taqlid. 

Bahwa dunia Islam adalah laksana bangkai yang
hidup, semenjak adaanggapan, bahwa pintu-ijtihad
sekarang termasuk tanah yang sangar. 

Bahwa dunia Islam adalah mati-geniusnya,
semenjak ada anggapan, bahwa mustahil ada
mujtahid yang bisa melebihi "imam yang empat",
jadi harus mentaqlid saja kepada tiap-tiap kyai
atau ulama dari sesuatu mazhabimam yang 
empat itu! Alangkah baiknya, kalau kita punya
pemuka-pemukaagama melihat garis ke
bawahnya sejarah semenjak ada taqlid-taqlidan
itu, dan tidak hanya mati-hidup, bangun-tidur
dengan kitab fiqh dan kitab parukunan saja! 

Salam kepada Saudara-saudara yang lain! 

Wassalam, 
SUKARNO 


Catatan Kaki:

Kaum kolot di Endeh,
- di bawah anjuran beberapa orang Hadramaut ,
belum tenteram juga membicarakan halnya saya
tidak bikin "selamatan-tahlil" buat saya punya
ibu-mertua yang baru wafat itu, mereka berkata,
bahwa saya tidak ada kasihan dan cinta pada
ibu-mertua itu.

Biarlahl Mereka tak tahu-menahu, bahwa saya dan
saya punya istri, sedikitnya lima kali satu hari,
memohonkan ampunbagi ibu-mertua itu
kepada Allah. Moga-moga ibu-mertuadiampuni
dosanya dan diterima iman Islamnya. Moga-moga
Allah melimpahkan rahmatNya dan berkatNya,
yang ia, meski sudah begitu tua, tokh mengikut
saya ke dalam kesunyiannya dunia interniran! 

Amin! 

Quote