Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, dr Richard Sualang, menegaskan ziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Bung Karno, menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa serta rakyat.
Ziarah tersebut dilakukan jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Manado di Blitar, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026), menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Di hadapan makam Bung Karno, semangat perjuangan itu kembali dihidupkan. Sosok yang dikenal sebagai Proklamator dan salah satu peletak dasar pemikiran kebangsaan Indonesia tersebut meninggalkan pesan penting tentang persatuan, keberpihakan kepada rakyat, serta pentingnya menjaga Indonesia tetap berdiri di atas semangat gotong royong," ujar Sualang, Selasa (18/8/2026).
Ziarah tersebut dipimpin langsung Sualang dan didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Jefry Polii, serta sejumlah pengurus partai. Menurut Sualang, kegiatan itu bukan sekadar tradisi menjelang perayaan kemerdekaan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjuangan para pendahulu bangsa.
Ia mengatakan, para pejuang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi mewujudkan Indonesia sebagai negara merdeka. Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.
"Para pejuang bangsa melewati perjalanan panjang menghadapi penjajahan dan berbagai tantangan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Karena itu, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan kerja nyata dan pengabdian kepada masyaraka," jelasnya.
Wakil Wali Kota Manado itu menambahkan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir dengan mudah. Perjalanan panjang para pendiri bangsa menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan harus terus dijaga oleh generasi penerus.
Bagi jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Manado, mengenang Bung Karno juga menjadi pengingat agar perjuangan politik tetap berpijak pada kepentingan rakyat.
Semangat tersebut, lanjut Sualang, menjadi inspirasi bagi para kader untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta hadir dan mengabdi di tengah masyarakat.
Menurutnya, ziarah ke makam Bung Karno sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan tidak berhenti setelah kemerdekaan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Perjuangan terus berlanjut melalui kerja-kerja kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus dirawat, termasuk menjaga ideologi, memperkuat persatuan dan memastikan cita-cita kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.
Bagi DPC PDI Perjuangan Kota Manado, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran ideologis kader sekaligus meneguhkan kembali komitmen untuk menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

















































































