Bandung, Gesuri.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menghadiri sekaligus membuka ajang penghargaan "Fatmawati Trophy 2026" tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Kota Bandung, Selasa (7/7).
Acara ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Wanoja Perjuangan Jawa Barat serta peragaan busana (fashion show) seleksi tingkat daerah.
Ajang penghargaan yang dilaksanakan dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno.
Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo

"Kita semua yang hadir di tempat ini bertekad mewarisi api perjuangannya, yakni harus terus mengupayakan untuk membawa peran perempuan kembali ke tengah pusat sejarah bangsa," ujar perempuan yang akrab disapa Bintang Puspayoga tersebut dalam arahannya di Bandung, Selasa (7/7).
Bintang mengungkapkan rasa sukacita dapat kembali ke Kota Bandung. Menurutnya, Bumi Pasundan bukan sekadar kota yang indah, melainkan tempat lahir dan bersemainya sejarah panjang perjuangan bangsa.
Beberapa momentum sejarah penting yang melekat dengan Kota Bandung antara lain:
- Gerakan Sukarno Muda dan PNI: Lahirnya ideologi Marhaen serta berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927.
- Kongres Perempuan Indonesia III: Dilaksanakan pada Juli 1938 yang menghasilkan rekomendasi hak pilih bagi perempuan, rancangan undang-undang (RUU) perkawinan, serta penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu.
- KTT Asia Afrika: Menjadi saksi bisu sejarah diplomasi internasional pada tahun 1955.

Lebih lanjut, Bintang menjelaskan bahwa Fatmawati Trophy bukan sekadar piala prestasi, melainkan simbol kepeloporan dan kepemimpinan perempuan Indonesia yang penuh empati, keberanian, serta keberpihakan pada kemanusiaan. PDI Perjuangan memandang pentingnya mengembangkan busana yang memperlihatkan jati diri khas Indonesia, sebagaimana yang dahulu dicerminkan oleh gaya berbusana Ibu Fatmawati.
Secara artistik, wujud piala Fatmawati Trophy didesain khusus oleh pematung Dolorosa Sinaga. Karya tersebut memuat pesan kemanusiaan yang mendalam mengenai keteguhan dan kesederhanaan.
"Figur perempuan berkerudung yang berdiri tegak dalam keheningan adalah simbol keteguhan, kekuatan, dan kepemimpinan perempuan. Perempuan bukan pelengkap sejarah. Perempuan adalah arsitek dan desainer peradaban bangsa," tegas Bintang.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Sebagai Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy 2026, Bintang memastikan bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan di tingkat tapak menjadi fokus utama program kerja DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak periode kepemimpinan 2025–2030. Program ini diwujudkan melalui Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput di setiap tingkatan masyarakat.
Melalui program terstruktur tersebut, kaum perempuan diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bertindak sebagai subjek aktif yang mampu menggerakkan perubahan sosial di lingkungan keluarga hingga komunitas luas.
"Selamat berkompetisi untuk para peserta Fatmawati Trophy dan selamat bertugas untuk kepemimpinan Wanoja Perjuangan Jawa Barat. Generasi baru perempuan Indonesia harus kreatif, berakar, berani berpihak, dan berdampak," pungkasnya.

















































































