Jakarta, Gesuri.id - Pasca momen pelukan mengharukan antara Presiden Jokowi dan Ketua PB IPSI Prabowo Subianto di pertandingan final pencak silat nomor Tarung Putra Kelas C (55-60Kg) yang dimenangkan pesilat Hanifan Yudani Kusumah, Rabu (29/8), lahirlah hashtag #2019KitaTetapBersaudara.
Baca: Pelukan Jokowi-Prabowo dan Pahlawan Itu Bernama Hanifan
PDI Perjuangan menilai hashtag tersebut menunjukkan masyarakat kini sudah jenuh terhadap hashtag yang populer sebelumnya, #2019GantiPresiden.
Politikus PDI Perjuangan, Charles Honoris, menyebut hashtag #2019KitaTetapBersaudara sebagai luapan kegembiraan masyarakat. Masyarakat juga telah bosan atas perpecahan yang terjadi selama ini.
"Saya rasa munculnya hashtag #2019kitatetapbersaudara merupakan luapan kegembiraan masyarakat melihat negara dalam suasana gembira. Ini juga menunjukkan bahwa publik sudah muak dengan perpecahan, muak dengan upaya-upaya provokasi berisikan nada kebencian seperti kontroversi hashtag #2019GantiPresiden," ujar Charles, Kamis (30/8).
"Persatuan bangsa harus diutamakan di atas segala kepentingan politik. Semangat ini sudah ditunjukkan oleh gestur Pak Jokowi dan Pak Prabowo," lanjutnya.
Baca: Ono Surono: Wajar Polisi Tak Injinkan #2019GantiPresiden
Charles berharap semangat dari hashtag ataupun keakraban Jokowi-Prabowo dapat berlanjut hingga Pilpres 2019. Hal itu agar pilpres diisi kontes gagasan dan program.
"Mudah-Mudahan semangat ini juga diikuti oleh para pendukung paslon agar dalam kontestasi politik tahun depan bersaing ide, gagasan, program, dan rekam jejak calon. Jangan lagi menggunakan cara-cara yang merusak demokrasi kita, seperti memprovokasi publik dengan kebencian dan fitnah," kata Charles.

















































































