Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Panitia Pelaksana Merah Muda Fest 2026, Denny Cagur, turut memeriahkan gelaran Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10).
Denny tampil membawakan lagu ciptaannya, Goyang Bang Jali, yang dikemas dengan iringan musik disko, beat, dan koplo dari Orkes Lalaki Awewe Lenjeh Abis (Olala).
Penampilan tersebut langsung menghidupkan suasana festival. Para penonton yang memadati area Lapangan Banteng ikut berjoget mengikuti gerakan khas Goyang Bang Jali.
Denny yang merupakan legislator daerah pemilihan Jawa Barat II itu pun berhasil mengajak anak muda menikmati festival dengan suasana santai, penuh musik, dan kebersamaan.
Goyang Bang Jali sendiri memiliki cerita personal bagi Denny. Nama Bang Jali diambil dari nama ayahnya, Rojali, yang dikenal gemar berjoget setiap kali mendengarkan musik dangdut.
Kebiasaan sang ayah kemudian menjadi inspirasi bagi Denny dalam menciptakan karakter Goyang Bang Jali. Bahkan, ayahnya disebut sering mengikuti dan memenangkan lomba joget.
Gerakan Goyang Bang Jali juga memadukan unsur silat dan joget. Perpaduan tersebut membuat gerakannya memiliki karakter khas dan mudah diikuti oleh masyarakat.
Di atas panggung Merah Muda Fest 2026, Goyang Bang Jali menjadi salah satu momen yang mempertemukan musik, hiburan, dan interaksi langsung dengan penonton.
Merah Muda Fest 2026 merupakan kelanjutan dari Merah Muda Fest 2025 yang sebelumnya sukses digelar di Yogyakarta.
Festival tahun ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Mengusung tema "Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Kemanusiaan", kegiatan tersebut menghadirkan beragam aktivitas bagi generasi muda.
Sejumlah musisi dan kelompok musik turut menghibur pengunjung, di antaranya Souljah, Pasming Based, Olala, serta sejumlah penampil lainnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Agenda festival tidak hanya menghadirkan konser musik amal untuk korban Karhutla di sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga berbagai kegiatan yang melibatkan anak muda.
Sejumlah kegiatan tersebut antara lain senam zumba, turnamen mahjong, stand-up comedy, acapela & beatbox, serta napak tilas sejarah Sumpah Pemuda.
Merah Muda Fest 2026 juga menghadirkan workshop bahasa isyarat dan daur ulang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang festival yang lebih inklusif dan edukatif.
Terdapat juga booth dari sejumlah sayap partai PDI Perjuangan Banteng Muda Indonesia (BMI), Taruna Merah Putih (TMP) dan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem).
Pengunjung juga bisa menyaksikan Pojok Pemikiran Bung Karno sebagai ruang edukasi untuk memperkenalkan gagasan dan nilai kebangsaan Presiden Soekarno kepada generasi muda. Pameran ini juga dilengkapi dengan replika ruang Kongres Sumpah Pemuda 1928 untuk menghidupkan kembali semangat persatuan nasional.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati bazar UMKM dan festival kuliner yang menghadirkan beragam produk serta makanan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Merah Muda Fest 2026 tidak sekadar menjadi panggung hiburan. Festival ini juga menjadi ruang perjumpaan anak muda untuk menikmati musik, belajar, berkarya, sekaligus merawat semangat persatuan.
Semangat Sumpah Pemuda kemudian diterjemahkan dalam suasana festival yang terbuka dan penuh kebersamaan. Dari panggung musik hingga aktivitas komunitas, generasi muda diajak merayakan keberagaman dalam satu ruang.
Penampilan Denny Cagur dengan Goyang Bang Jali menjadi salah satu gambaran bagaimana pesan persatuan dapat hadir melalui bahasa yang dekat dengan anak muda.
Lapangan Banteng menjadi saksi semangat Sumpah Pemuda dirayakan bukan hanya melalui seremoni. Musik, kreativitas, komunitas, UMKM, dan kebersamaan menjadi bagian dari cara generasi muda memaknai persatuan di masa kini.

















































































