Ikuti Kami

DPC PDI Perjuangan Barsel Siap Sukseskan Pekan Peduli Sampah Nasional dan Rekor MURI

​Farid menjelaskan, aksi lingkungan di Barsel nantinya akan dipusatkan di beberapa titik lokasi dengan melibatkan ratusan peserta.

DPC PDI Perjuangan Barsel Siap Sukseskan Pekan Peduli Sampah Nasional dan Rekor MURI
Ketua DPC PDI Perjuangan Barsel, Ir. H.M. Farid Yusran, M.M.,

Buntok, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan Pekan Peduli Sampah Nasional yang akan berlangsung pada 9–14 November 2026. 

Aksi serentak nasional ini juga membidik pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada puncak acara, 14 November mendatang.

​Guna memantapkan persiapan, DPC PDI Perjuangan Barsel menggelar rapat internal di Kantor DPC PDI Perjuangan Barsel, Jalan Asam Buntok, Sabtu (31/10).

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

​"Hari ini kita menggelar rapat persiapan bersama jajaran pengurus DPC guna menyukseskan kegiatan tersebut," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Barsel, Ir. H.M. Farid Yusran, M.M., kepada awak media usai rapat.

​Farid menjelaskan, aksi lingkungan di Barsel nantinya akan dipusatkan di beberapa titik lokasi dengan melibatkan ratusan peserta. Aksi ini menggandeng anggota DPRD Barsel, pengurus DPC, pengurus PAC, kader partai, hingga elemen masyarakat.

​Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, gerakan ini difokuskan pada pemilahan dan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk bernilai guna.

​"Gerakan ini menyasar sampah organik rumah tangga yang nantinya diolah menjadi pupuk. Kita ingin mengajak masyarakat memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna," terang Farid yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Barsel tersebut.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Langkah pengolahan sampah organik ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan masyarakat pada pupuk kimia yang berisiko menurunkan tingkat kesuburan tanah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, edukasi penanganan sampah idealnya dimulai langsung dari lingkungan keluarga.

​Melalui momentum Pekan Peduli Sampah Nasional, Farid berharap aksi ini berlanjut menjadi kebiasaan hidup sehari-hari di tengah masyarakat dan tidak berhenti setelah seremoni selesai.

​"Harapan kita, kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan produktif," pungkasnya.

Quote