Lamongan, Gesuri.id - Meningkatnya suhu yang di iringi oleh cuaca ekstrim di hampir seluruh penjuru dunia, termasuk di Lamongan memantik keprihatinan Ketua PDI Perjuangan Kab. Lamongan, Husen, S.Ag. Menurutnya, masalah bencana Hidrometeorologi di lamongan tidak bisa di pandang remeh.
"Kondisi Lamongan jika hujan sering banjir dan jika kemarau kekeringan, hal ini sangat ironi karena masalah utama ternyata tata kelola air, dan menjaga tutupan lahan sebagai instrumen utama penjaga siklus hidrologi di kawasan hulu " ujarnya kepada Gesuri di Kedai Babon Angkrem, Lamongan.
Kebijakan yang akan di tempuh PDI Perjuangan Lamongan akan mengedepankan aspek pembangunan ramah Lingkungan hal ini sesuai amanah kebijakan partai yang di tertuang dalam 21 Poin Rekomendasi Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026 yang di gelar beberapa waktu lalu.
Dalam salah satu poin tersebut menyebutkan PDI Perjuangan mendorong pemerintah untuk mencegah bencana ekologis dengan kebijakan tata ruang, penghentian deforestasi, penegakan hukum terhadap kejahatan ekologis (illegal logging, illegal mining, dll), pemulihan ekosistem yang terdegradasi, termasuk ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan kawasan lahan basah (wetlands) di sepanjang wilayah pesisir, sebagai bagian integral dari upaya perlindungan lingkungan hidup dan keselamatan Rakyat.
"Beberapa kali saya telah memanggil Bappeda Lamongan untuk membahas masalah perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, dan tentu akan kami kawal dalam kebijakan legislasi" imbuhnya.
Secara topografi, Kab. Lamongan memiliki wilayah rawan banjir karena dominasi dataran rendah yang mayoritas di peruntukkan sebagai areal tambak/sawah. (50,17% berada di ketinggian 0-25 meter). Jumlah ini masuk dalam kawasan Bengawan Jero yang membentang di 6 kecamatan yakni Turi, Kalitengah, Karanggeneng, Karangbinangun, Glagah dan Deket.

















































































