Banyuwangi, Gesuri.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi resmi merampungkan rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) yang digelar serentak di seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Banyuwangi, Sabtu–Rabu (3–7/10/2026).
Melalui konsolidasi maraton selama lima hari tersebut, sebanyak 6.153 pengurus akar rumput resmi dilantik. Rinciannya terdiri atas 1.953 pengurus ranting di tingkat desa dan 4.200 pengurus anak ranting di tingkat dusun.
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, menegaskan bahwa perampungan struktur ini merupakan komitmen partai untuk memperkokoh basis ideologi sekaligus memperkuat mesin organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
“Kegiatan ini adalah komitmen DPC untuk memperkokoh ideologi dan memperkuat struktur partai dari tingkat bawah. Sebanyak 6.153 pengurus yang dilantik adalah bukti nyata bahwa mesin partai kita hidup, solid, dan siap bekerja untuk rakyat,” ujar Ana.
Ana berpesan agar Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang telah diterima tidak sekadar dipandang sebagai simbol jabatan organisasi, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat.
“Jadikan SK ini sebagai amanah perjuangan. Tugas pengurus ranting dan anak ranting adalah hadir saat rakyat susah, bergotong royong dalam setiap kegiatan sosial, dan menjaga ajaran Bung Karno agar tetap membumi di Banyuwangi,” tegasnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurut Ana, pengurus di tingkat desa dan dusun memegang peranan paling vital karena menjadi garis terdepan partai yang bersentuhan langsung dengan warga sehari-hari.
“Para pengurus di tingkat ranting dan anak ranting ini adalah mata, telinga, dan hati partai di setiap dusun di Banyuwangi,” kata Ana.
Dengan tuntasnya Musran dan Musanran ini, seluruh jajaran kepengurusan PDI Perjuangan di Banyuwangi dari tingkat PAC, ranting, hingga anak ranting telah terbentuk utuh. DPC PDI Perjuangan Banyuwangi berharap seluruh kader yang dilantik dapat langsung bergerak aktif menjalankan fungsi organisasi serta membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat.

















































































