Manado, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulawesi Utara menyatakan kesiapan penuh dan optimisme tinggi dalam mengamankan kemenangan mutlak pada kontestasi politik mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, dalam Rapat Koordinasi Tiga Pilar Partai dan Konsolidasi Internal Kader di The Centra Hotel Manado, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kamis (5/11).
Rakor ini turut dihadiri Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani. Kehadiran Puan dinilai menjadi suntikan energi luar biasa yang membakar semangat militansi para kader di daerah, meski persiapan kunjungan kerja tersebut terbilang singkat dan mendadak.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Olly Dondokambey, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum (Bendum) DPP PDI Perjuangan, melaporkan bahwa mesin partai di "Bumi Nyiur Melambai" kini telah bekerja secara optimal dan terstruktur rapi hingga ke akar rumput. Penguatan organisasi di 15 kabupaten dan kota dipastikan telah rampung sepenuhnya.
"Harapan kita pada tahun-tahun politik ke depan, PDI Perjuangan Sulawesi Utara pasti menang. Konsolidasi organisasi yang sudah kita lakukan di 15 kabupaten dan kota kini sudah 100 persen selesai," tegas Olly di hadapan ribuan kader.
Klaim keberhasilan konsolidasi tersebut dibuktikan dengan terbentuknya Pengurus Anak Cabang (PAC) di 171 kecamatan (100%), 1.839 ranting di tingkat desa/kelurahan, serta 283 anak ranting yang kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Selain struktur fisik, pembaruan data melalui aplikasi internal partai milik DPP, yakni Banteng Cakra, juga dilaporkan hampir rampung secara menyeluruh di tingkat daerah.
Baca: Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung
Dalam kesempatan yang sama, Olly memastikan bahwa PDI Perjuangan Sulut saat ini tengah menggenjot lima poin gerakan strategis organisasi.
Langkah tersebut meliputi:
1. Modernisasi dan Konsolidasi Organisasi: Merampungkan seluruh pembentukan struktur internal tanpa celah, mulai dari tingkat provinsi hingga anak ranting.
2. Kerja-Kerja Kerakyatan: Menurunkan kader secara langsung ke tengah masyarakat, termasuk respons cepat dalam penanganan darurat pada 20 titik bencana kebakaran yang melanda Kota Manado baru-baru ini.

















































































