Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak yang juga Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, menegaskan peringatan 30 tahun Kudatuli bukan sekadar agenda mengenang sejarah partai, melainkan momentum penting untuk memperkuat ideologi, soliditas organisasi, dan semangat pengabdian seluruh kader kepada bangsa, negara, serta rakyat.
"Peringatan 27 Juli ini menjadi momentum refleksi ideologis bagi seluruh kader partai. Ini juga menjadi pemantapan gerak kader agar semakin mencintai partai dan semakin mantap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara," kata Junaedi, Sabtu (25/7/2026), menjelang rangkaian peringatan 30 tahun Kudatuli yang digelar PDI Perjuangan.
Menurut Junaedi, peringatan Kudatuli memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran ideologis kader agar semakin memahami nilai-nilai perjuangan partai yang telah ditempa melalui berbagai dinamika sejarah. Karena itu, pendidikan politik dan pendidikan partai harus terus diperkuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
"Perjuangan melalui pendidikan partai dengan berbagai dinamika dan tantangan menjadi pengetahuan yang harus terus dimiliki kader. Dengan memahami sejarah perjuangan partai, seluruh kader akan semakin mantap secara ideologis," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah perjuangan partai merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter kader yang memiliki komitmen ideologis yang kuat. Menurutnya, kader yang memahami perjalanan perjuangan partai akan memiliki arah dan semangat yang lebih kokoh dalam menjalankan tugas-tugas politiknya.
Junaedi menambahkan, pemahaman terhadap sejarah partai juga akan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan kader. Dari rasa memiliki tersebut akan lahir kecintaan terhadap partai yang kemudian diwujudkan melalui tanggung jawab nyata dalam membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Kalau kader sudah memiliki rasa memiliki terhadap partai, maka akan tumbuh rasa mencintai. Ketika sudah mencintai, akan lahir tanggung jawab yang konkret untuk membesarkan partai. Pada akhirnya, partai harus tetap menjadi alat perjuangan bagi kepentingan rakyat," tegasnya.
Di akhir keterangannya, Junaedi berharap semangat yang diwariskan dari peristiwa Kudatuli terus menjadi inspirasi bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjaga soliditas organisasi, memperkuat pendidikan politik, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa.
















































































