Surabaya, Gesuri.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan Lakarsantri sebagai destinasi wisata baru sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga. Masyarakat sekitar, terutama kelompok Desil 1 hingga 3 serta kalangan anak muda, diprioritaskan untuk terlibat dalam pengelolaan usaha di kawasan seluas 7,6 hektare tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan ruang rekreasi dan ruang terbuka hijau (RTH), tetapi juga diarahkan untuk membuka kesempatan usaha bagi masyarakat Kelurahan Jeruk.
Pemkot akan membangun dan menata kawasan, sedangkan aktivitas ekonomi, khususnya perdagangan dan usaha, akan melibatkan warga sekitar. Skema tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus pengentasan kemiskinan.
“Nanti taman bermainnya akan kita siapkan seperti di Taman Harmoni, di belakangnya ada seperti waduk kecil nanti anak-anak akan bisa bermain dengan sepeda airnya. Agar apa? UMKM yang ada di depan itu (Taman Hutan Kota Jeruk) bisa berkembang,” kata Eri saat meninjau kawasan tersebut, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Untuk mendukung aktivitas wisata, Pemkot menyiapkan sejumlah fasilitas, mulai dari kolam pancing, area bermain anak, hingga waduk yang dilengkapi wahana sepeda air.
Kawasan persawahan di dalam taman juga akan dikembangkan menjadi area wisata kuliner dengan suasana pedesaan. Sejumlah makanan khas Surabaya, seperti rawon dan sayur lodeh, direncanakan menjadi menu yang ditawarkan kepada pengunjung.
“Karena ini kan (suasana) modelnya di sawah. Jadi makanan khas Surabaya, entah bisa rawon atau lodeh. Nah, itu nanti kita tata bentuknya,” ujarnya.
Tak hanya kuliner, area persawahan juga dirancang sebagai sarana edukasi pertanian bagi anak-anak. Pengunjung nantinya dapat merasakan pengalaman membajak sawah hingga menanam padi.
Pemkot juga membuka peluang usaha bagi generasi muda. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah pengembangan peternakan ayam dan bebek dengan sistem modern agar aktivitas usaha tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan.
“Tapi kita siapkan yang modern, bukan yang manual, sehingga kita juga menunjukkan gerakan anak muda. Jadi nanti tempatnya tidak lagi menimbulkan bau,” ungkap Eri.
Ia menjelaskan, warga yang dilibatkan akan memperoleh pendampingan dari Pemkot bersama pihak swasta agar usaha yang dijalankan dapat berkembang. Kerja sama dengan pihak swasta juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk dan layanan, sehingga kawasan tersebut mampu menarik pengunjung.
“Dengan pemanfaatan aset ini, nanti ada juga kerja sama dengan pihak swasta. Karena kalau nanti taste makanannya nggak bagus, tidak akan ada orang yang datang,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

















































































