Ikuti Kami

Soekarno Run Jadi Kultur PDI Perjuangan, Hasto: Dorong Anak Muda Berpikir Merdeka dan Berani

Gelar Soekarno Run di Blitar, Hasto Sebut Upaya PDI Perjuangan Bangun Keberanian Anak Muda.

Soekarno Run Jadi Kultur PDI Perjuangan, Hasto: Dorong Anak Muda Berpikir Merdeka dan Berani

Blitar, Gesuri.id – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa gelaran ajang lari Soekarno Run bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan telah menjadi bagian dari kultur dan tradisi kepartaian dalam menggembleng mentalitas generasi muda.

Hasto menyatakan, melalui olahraga lari, kaum muda diajak untuk menumbuhkan rasa percaya diri, berani berpikir merdeka, serta memiliki keteguhan sikap dalam mengabdi kepada bangsa dan negara di tengah berbagai tantangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat memberikan keterangan pers usai berziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno), di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2026) sore.

Dalam sesi wawancara tersebut, Hasto tampak didampingi oleh Anggota DPR RI Budi Sulistyono alias Kanang, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Sugeng Praptono, serta Ketua Panitia Soekarno Run Blitar Rera Alvi Syahrina.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Soekarno Run ini menggelorakan semangat anak muda untuk berani berlari di atas kaki sendiri, menggelorakan semangat bagaimana kita harus berdikari," kata Hasto kepada wartawan.

Menurut Hasto, generasi muda masa kini dituntut untuk adaptif, kreatif, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (sport science) dalam berbagai lini kehidupan. 

Olahraga, lanjutnya, mengajarkan metodologi dan disiplin berbasis sains guna meraih pencapaian target yang optimal.

"Karena itulah Soekarno Run itu menjadi suatu bagian dari kultur PDI Perjuangan agar anak-anak muda percaya diri, berpikir merdeka, dan juga punya keberanian di dalam mengabdi kepada bangsa dan negaranya, menghadapi tantangan apa pun," tegas politisi asal Yogyakarta tersebut.

Hasto menambahkan, semangat olahraga ini diharapkan mampu menginjeksi idealisme kebangsaan yang kuat kepada para generasi penerus agar senantiasa meneladani api perjuangan para perintis kemerdekaan.

"Anak-anak muda harus digerakkan oleh suatu idealisme bagi bangsa dan negara dan meneladani suatu perjuangan dari para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno," tuturnya.

Diramaikan 4.200 Pelari dan Deretan Elite PDI Perjuangan

Ajang Soekarno Run Blitar 2026 akan berlangsung pada Minggu (8/11/2026) pagi. Perhelatan lari massal ini digelar secara khusus dalam rangka menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Ketua Panitia Soekarno Run Blitar 2026, Rera Alvi Syahrina mengungkapkan, antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi dengan total 4.200 peserta yang terdaftar, termasuk 135 atlet profesional.

Peserta tidak hanya datang dari kawasan Jawa Timur, melainkan menjangkau berbagai provinsi di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP

Ajang ini melombakan dua kategori jarak tempuh, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K).

Daya tarik utama kompetisi ini terletak pada rutenya yang berkonsep sport tourism, di mana rute 5K melintasi rumah masa kecil Sang Proklamator di Istana Gebang, sedangkan rute 10K melewati Istana Gebang hingga kompleks Makam Bung Karno.

Selain diikuti oleh ribuan pelari dari berbagai elemen masyarakat, sejumlah tokoh nasional dan elite PDI Perjuangan turut dijadwalkan hadir meramaikan kegiatan di Kota Blitar.

Di antaranya mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, musisi yang juga politisi PDIP Once Mekel, Anggota Komisi III DPR RI Ronny Talapessy, serta jajaran pengurus DPD dan DPC PDIP se-Jawa Timur.

Quote