Bogor, Gesuri.id - Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bogor telah rampung digelar secara serempak di 40 kecamatan, Jum’at (30/1).
Agenda konsolidasi partai tersebut berlangsung dinamis dan relatif kondusif, namun menyisakan sejumlah catatan menarik, khususnya dari Kecamatan Nanggung.
Sorotan publik internal partai tertuju ke Nanggung setelah sempat beredar sebuah video yang memperlihatkan calon terkuat Ketua PAC, Feronia Alvavi Aresa Albo—akrab disapa Bung Fero—menyatakan akan mundur dari kontestasi. Video yang diunggah melalui status WhatsApp itu dengan cepat menyebar dan memicu beragam respons dari kader dan simpatisan.
Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah D
Bukan tanpa alasan Bung Fero menyampaikan sikap tersebut. Dalam video itu, ia menegaskan bahwa dirinya bukan sosok yang “tidak tahu diri”, mengingat ia merasa tidak berada dalam barisan pendukung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor yang saat ini menjabat, Doni Maradona Hutabarat.
“Memang benar saya bikin video mundur dari kontestasi, saya buat di story WA karena ingin cepat mendapat tanggapan. Tidak ada waktu lagi untuk kumpul dan diskusi, semuanya mendesak,” ujar Bung Fero kepada awak media di sela-sela pelaksanaan Musancab.
Ia melanjutkan, setelah video tersebut beredar, banyak kader dan pengurus yang merespons dan meminta agar video itu tidak diteruskan ke tingkat DPC maupun DPD. “Teman-teman masih menginginkan saya untuk kembali menjadi Ketua PAC Nanggung,” tambahnya.
Jika ditarik ke belakang, dinamika internal partai memang mengeras sejak Konferensi Cabang (Konfercab). Berbagai kubu muncul, dan Bung Fero secara terbuka bukan berada di lingkaran kubu Ketua DPC terpilih. Meski demikian, kiprah Bung Fero di Kecamatan Nanggung tak terbantahkan.
Di bawah kepemimpinannya, PDI Perjuangan Kecamatan Nanggung seolah memiliki “nyawa”. Aktivitas kepartaian berjalan hidup dan konsisten, mulai dari kerja-kerja organisasi hingga advokasi masyarakat. Hasilnya, pada Pemilu 2024, suara PDI Perjuangan di Kecamatan Nanggung tercatat meningkat hingga 50 persen.
Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Djuanda itu dikenal sebagai pribadi pendiam, tenang, namun sesekali humoris. Bahkan, ia sempat melontarkan celetukan spontan kepada awak media yang hadir.
“Saya nggak pinjam aula kecamatan, nggak di gedung, supaya nggak terekspose. Kalian tahu aja. Kita pesan konsumsinya pas,” ujarnya, yang langsung disambut tawa para jurnalis.
Pembawaannya yang tenang, setenang air danau sedingin air kutub, menyembunyikan ketajaman naluri politiknya. Dalam dunia advokasi dan aksi-aksi pembelaan terhadap masyarakat,
Bung Fero dikenal lugas dan tajam dalam bertutur. Sosoknya mudah akrab, membuat siapa pun merasa telah lama mengenalnya meski baru sekali bertemu.
Terkait rencana ke depan Bung Fero tetap pada pola yang sudah dijalankan selama ini yakni, konsolidasi kader, menjadi fokus utama dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua PAC.
“Tutup luka faksi pasca konfercab, satukan narasi sesama pengurus, inventarisir serta evaluasi kawan strategis pasca pemilu dan pilkada, dan yang pasti mendengarkan suara basis akar rumput. Intinya konsolidasi yang rapi dan utuh.”
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Menutup pernyataannya, Bung Fero menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
“Terima kasih kepada Ketua DPC, Bang Doni, juga Ketua DPD, Kang Ono, yang masih mempercayakan amanah ini kepada saya,” pungkasnya.
Kembalinya Bung Fero memimpin PAC Nanggung menjadi penegas bahwa suara kader di tingkat bawah masih menjadi kekuatan utama PDI Perjuangan, sekaligus menandai babak baru konsolidasi “Banteng Nanggung” ke depan.

















































































