Ikuti Kami

Bupati Gunungkidul Dorong Anak Muda Jadi Petani Mandiri Lewat Program YESS-SI

Program ini salah satu tujuannya memperluas kesempatan kerja dan kewirausahaan bagi pemuda perdesaan.

Bupati Gunungkidul Dorong Anak Muda Jadi Petani Mandiri Lewat Program YESS-SI
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih (kiri).

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YOMA) tengah menindaklanjuti kerja sama pengembangan kewirausahaan petani muda melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS-SI) periode 2027–2029.

"Program ini salah satu tujuannya memperluas kesempatan kerja dan kewirausahaan bagi pemuda perdesaan," ujarnya di Gunungkidul, Selasa (15/9/2026).

Gunungkidul ditunjuk sebagai salah satu dari 15 kabupaten terpilih di Indonesia untuk menjalankan program nasional YESS-SI. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Italia.

Endah menilai program YESS-SI menjadi kesempatan strategis untuk mengatasi tantangan tingkat pengangguran di daerah sekaligus mempercepat proses regenerasi petani di Gunungkidul.

"Kami mendorong anak muda agar menerapkan prinsip 'menanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam, serta menjual apa yang ditanam dan menanam apa yang dijual," ujarnya.

Menurut Endah, regenerasi petani dan pengurangan pengangguran perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian masyarakat. Ia berharap generasi muda tidak terus bergantung pada Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun program bantuan pemerintah lainnya.

"Mampu menjadi mandiri dalam mengelola potensi lahan pertanian yang dimiliki," katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Endah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gunungkidul bergerak cepat menyelaraskan program masing-masing. Langkah itu dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan YESS-SI yang direncanakan mulai tahun depan.

"Sinergi lintas sektor ini melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Koperasi UMKM, Bappeda, Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga Dinas Pendidikan," ujarnya.

Pemkab Gunungkidul juga segera memproses pembentukan struktur kelembagaan daerah untuk mendukung pelaksanaan YESS-SI. Struktur tersebut meliputi Tim Koordinasi Distrik (District Coordination Committee/DCC) yang diketuai Kepala Bappeda serta Tim Pelaksana Distrik (District Implementation Partnership/DIP) yang dikoordinasikan Dinas Pertanian dan Pangan.

"Ini komitmen bersama untuk mengawal keberhasilan Program YESS-SI demi mewujudkan pemuda Gunungkidul yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera," kata Endah.

Sementara itu, Direktur Polbangtan YOMA R. Hermawan mengatakan pelaksanaan Program YESS-SI akan ditopang empat pilar utama. Pilar tersebut mencakup peningkatan kapasitas dan kompetensi pemuda, dukungan permodalan, pengembangan ekosistem klaster komoditas, serta fasilitasi akses keuangan dan pembiayaan.

"Kemudian pengembangan ekosistem klaster komoditas untuk menjamin keberlanjutan dan kepastian akses pasar; serta fasilitasi akses keuangan dan pembiayaan, termasuk pendampingan proposal usaha dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)," katanya.

Hermawan menjelaskan peningkatan kapasitas dan kompetensi pemuda akan dilakukan melalui bimbingan teknis, pelatihan keterampilan, dan pemagangan. Sementara dukungan permodalan diberikan melalui hibah kompetitif bagi wirausaha muda perdesaan.

Polbangtan YOMA, lanjut Hermawan, juga telah menjalankan sejumlah program kolaborasi di Gunungkidul. Di antaranya Magang Berdampak di BPP Semin dan Playen bersama dunia usaha dan industri, serta integrasi pembelajaran dan pengabdian masyarakat di BPP Patuk.

"Ada juga pendampingan Kelompok Tani Makmur di Nglipar menuju Desa Mandiri Benih Bawang Merah bekerja sama dengan Bank Indonesia; serta penelitian terintegrasi di berbagai wilayah kapanewon," ujarnya.

Selain itu, Polbangtan YOMA melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas pendamping pertanian berbasis smart farming dan literasi digital. Lembaga tersebut juga menawarkan beasiswa kuliah 100 persen gratis dari Kementerian Pertanian bagi anak-anak petani dan pemuda daerah yang ingin menempuh pendidikan vokasi di Polbangtan.

Program YESS-SI diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemuda perdesaan dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian sekaligus membuka peluang kerja dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha muda di Gunungkidul.

Quote