Mentok, Gesuri.id - Kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir membuat sejumlah kolong sumber air baku milik Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) di Mentok mengalami krisis.
Namun, Bupati Bangka Barat, Markus, memastikan pemerintah daerah dan Perumdam TSS telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut, Minggu (1/11/2026).
Terbaru, pengerukan sedimentasi telah dilakukan di tiga kolong PDAM di Mentok, yakni Kolong Menjelang, Kolong Agro Tirto, dan Kolong Terabik melalui hasil kerja sama dan kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung.
Selain itu, Perumdam TSS juga rutin menyalurkan serta memberikan bantuan air bersih secara langsung kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Sudah kita pikirkan solusi-solusinya. Sekarang juga PDAM sudah luar biasa bagi-bagi airnya ke masyarakat, kita apresiasi,” kata Markus.
Menurutnya, kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir merupakan dampak dari faktor cuaca panas dan kemarau yang terjadi di hampir seluruh wilayah Bangka Belitung. Terlebih lagi, kolong-kolong PDAM yang ada di Mentok saat ini merupakan kolong penampung air hujan, bukan kolong yang bersumber dari mata air alami.
“Kita sudah memikirkan dan akan mengusulkan embung baru dan sumur bor,” ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini juga tengah membahas dan mencari solusi bagi para pelanggan PDAM yang terdampak kekeringan, termasuk terkait urusan skema biaya langganan air bersih. Kendati demikian, Markus menyebut bahwa hingga saat ini belum ada keluhan ataupun laporan resmi dari masyarakat mengenai masalah tagihan biaya langganan air PDAM.
“Itu lagi kita diskusikan, lagi kita bicarakan di internal kita. Nanti kita putuskan seperti apa bagusnya, kita cari solusi terbaik,” jelasnya.
Sebelumnya, kondisi musim kemarau tahun ini mendorong Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk mengambil langkah dan solusi jangka panjang. Beberapa perancangan di antaranya mencakup pengusulan pembangunan tiga embung baru di Kecamatan Mentok serta pembuatan sumur bor di berbagai desa terdampak.

















































































