Pekalongan, Gesuri.id - Di tengah geliat kreativitas yang terus tumbuh di Kota Pekalongan, memiliki karya saja dinilai belum cukup. Pelaku ekonomi kreatif juga perlu memastikan karya tersebut memiliki identitas dan perlindungan yang jelas agar mampu berkembang menjadi aset usaha jangka panjang.
Pesan itu mengemuka saat Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, menghadiri Sarasehan “Kebudayaan, Kreativitas & Inspiratif” di Kampung Wisata Batik Pesindon Gang 2.
Dalam forum yang menjadi bagian dari Pesindon Batik Vibes 2026: Merajut Warisan Budaya tersebut, Aaf mendorong para pelaku ekonomi kreatif tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga berani mengembangkan kreativitas menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing tinggi.
Salah satu hal yang mendapat perhatian serius adalah pentingnya pendaftaran merek. Bagi pelaku usaha kreatif, merek bukan sekadar nama atau logo yang melekat pada produk, melainkan identitas yang membedakan karya mereka sekaligus menjadi bagian dari aset bisnis yang terlindungi.
Langkah fasilitasi pendaftaran merek diharapkan mampu membuka kesadaran baru di kalangan pelaku ekonomi kreatif Pekalongan. Produk lokal yang lahir dari kreativitas dan kekayaan budaya perlu memiliki perlindungan hukum agar identitasnya tidak mudah ditiru dan dapat dikembangkan secara lebih luas.
Wali Kota Aaf menilai kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola produk secara profesional. Dengan begitu, karya lokal tidak hanya dikenal karena nilai budayanya, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk ekonomi kreatif yang tangguh.
“Potensi kreativitas dan kebudayaan harus terus kita dorong agar mampu menghasilkan karya dan produk yang memiliki nilai tambah serta daya saing,” ujar Aaf, dikutip Minggu (1/11/2026).
Ia berharap penguatan identitas, inovasi, dan perlindungan merek dapat menjadi bagian dari langkah nyata bagi pelaku ekonomi kreatif untuk naik kelas. Melalui langkah tersebut, Kampung Batik Pesindon diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian warisan budaya semata, tetapi juga berkembang sebagai pusat kreativitas dan penggerak ekonomi lokal.
“Kami mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkarya, memperkuat identitas produknya, dan memanfaatkan fasilitasi pendaftaran merek agar usaha mereka semakin kuat dan berdaya saing,” tegasnya.
Sarasehan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah narasumber, di antaranya pegiat musik dan fotografi Pasattimur Fajar Dewa, Content Creator sekaligus Communication Specialist Isman Habibillah, serta perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif RI Dedy Andriansyah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Pesindon Batik Vibes 2026 yang dimeriahkan dengan Batik Fun Walk 2026 “Mlaku Bareng Mas Wali” serta Kirab Kain Batik 116 Meter dan Gunungan Batik.

















































































