Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi PDI Perjuangan, Syamsul Hariyanto, mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan usaha budidaya jamur crispy yang dijalankan masyarakat di Kampung Serpong.
Menurutnya, budidaya jamur memiliki prospek ekonomi yang baik, terlebih usaha tersebut dijalankan oleh generasi muda dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Hal itu disampaikan Syamsul saat mengunjungi lokasi budidaya jamur crispy milik Mochamad Amri di Jalan Salem III, Kampung Serpong, Kecamatan Serpong, Sabtu (8/8/2026).
“Budidaya jamur ini sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi yang menjalankannya adalah anak muda. Ini membuktikan bahwa sektor pertanian juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” kata Syamsul.
Dalam kunjungan tersebut, Syamsul melihat langsung usaha budidaya jamur yang telah dirintis Mochamad Amri selama hampir tiga tahun. Ia menilai usaha tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan, namun masih membutuhkan pendampingan dan dukungan dari pemerintah daerah.
Saat ini, Amri memiliki sekitar 1.000 bibit jamur. Jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar. Karena itu, Amri berharap pemerintah daerah dapat membantu pemenuhan kebutuhan bibit sekaligus memberikan pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Amri mengatakan, dirinya masih membutuhkan pembinaan dan kesempatan belajar dari daerah lain agar pengembangan budidaya jamur yang dijalankannya dapat terus berkembang.
“Karena saya masih dalam tahap belajar, kalau ada ilmu atau pengalaman dari luar sebagai bahan studi banding tentu akan sangat bermanfaat bagi kami,” ucap Amri.
Ia menjelaskan, hasil panen jamurnya selama ini dipasarkan ke pasar tradisional di wilayah Serpong dan sejumlah pasar tradisional lainnya dengan harga berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Dalam sehari, ia mampu memanen sekitar 8 hingga 10 kilogram jamur.
“Saat ini baru ada sekitar 1.000 bibit jamur. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pasar yang cukup tinggi, minimal kami membutuhkan sekitar 5.000 bibit,” jelasnya.
Menurut Amri, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama untuk meningkatkan kapasitas produksi. Oleh karena itu, dukungan pemerintah, terutama dalam pemenuhan bibit dan pendampingan usaha, dinilai penting agar usaha budidaya jamur tersebut dapat berkembang dan memenuhi permintaan pasar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Syamsul memastikan akan menindaklanjutinya kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), agar pelaku usaha budidaya jamur memperoleh pembinaan serta dukungan yang dibutuhkan.
Menurutnya, budidaya jamur merupakan salah satu sektor yang layak dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Selain memiliki nilai ekonomi, usaha tersebut juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat karena tidak membutuhkan lahan yang luas.
“Pemerintah harus melihat potensi budidaya jamur sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dari usaha seperti ini, petani benar-benar bisa menggantungkan penghasilannya. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan menjadi masukan di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel,” pungkasnya.

















































































