Jakarta, Gesuri.id – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa tidak ada satu pihak pun yang merasa senang atas terjadinya bencana alam di Indonesia.
Sebaliknya, bencana harus dimaknai sebagai peringatan keras (teguran) bagi semua pihak untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan dan sekaligus menegaskan pentingnya politik tata ruang serta peningkatan kemampuan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam acara pemberian apresiasi kepada relawan kesehatan pasca-misi kemanusiaan di Sumatera, yang berlangsung di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (13/2).
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Bencana Sebagai Momentum Koreksi Kebijakan

Menanggapi situasi geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire, Hasto menyebut potensi bencana merupakan keniscayaan yang harus disikapi dengan kewaspadaan.
“Apakah kita senang menghadapi bencana? Tentu saja tidak. Persoalan bencana ini merupakan suatu teguran bagi kita semua yang telah membiarkan bumi kita menderita melalui kebijakan-kebijakan yang salah di masa lalu,” tegas Hasto di hadapan ratusan relawan.
Ia berharap para pemimpin bangsa disadarkan bahwa kerusakan ekologis memerlukan tindakan korektif yang nyata, bukan sekadar respons saat kejadian berlangsung.
Mendorong Politik Ekologi dan Mitigasi Berbasis Teknologi
Hasto menjelaskan bahwa melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDI Perjuangaan konsisten mengusung agenda Politik Ekologi. Gerakan 'Merawat Pertiwi' yang meliputi penjagaan hutan, sungai, hingga disiplin tata ruang, menjadi kunci utama mencegah dampak bencana yang lebih luas.
“Kita mengusung politik ekologi agar dengan menjaga kelestarian lingkungan dan hutan-hutan kita, kita menyelamatkan bumi agar bumi menyatukan kita,” tambahnya.
Selain langkah preventif, Hasto juga mendorong pemerintah untuk menguasai teknologi prediksi bencana guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi yang lebih terkoordinir, cepat, dan efektif.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Sebagai bentuk keseriusan, Hasto memaparkan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menyiagakan setidaknya dua batalyon relawan yang terlatih dan siap dimobilisasi kapan saja ke titik bencana.
“Kita belajar dari bencana. Semoga ini akan mendorong upaya-upaya koreksi terhadap berbagai kebijakan yang justru di masa lalu memberikan dampak penderitaan pada rakyat,” tandas politisi asal Yogyakarta tersebut.
Apresiasi ini diberikan sebagai penutup dari misi kemanusiaan selama dua bulan yang melibatkan puluhan unit ambulans dan tenaga medis profesional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.

















































































