Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan, Junajah Jajah Nurdiansyah, memastikan akan mendorong pembangunan kembali rumah korban kebakaran maut di Kampung Cibodas, RT 014/008, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menurutnya, keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal harus segera mendapatkan bantuan agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Sabtu (4/7/2026).
“Kami atas nama pribadi dan sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan sebuah rumah, tetapi juga menyebabkan seorang ibu rumah tangga bernama Eni (34) meninggal dunia setelah diduga terjebak kobaran api saat berupaya menyelamatkan anaknya.
Di tengah suasana duka, Junajah mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat ketika menghadapi musibah besar seperti kebakaran.
Usai meninjau lokasi, Junajah mengaku langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cibodas, aparat kepolisian, serta instansi terkait agar proses penanganan pascakebakaran dapat berlangsung cepat dan tepat.
Ia menilai perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada proses evakuasi semata. Keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal juga harus segera memperoleh solusi agar dapat kembali memiliki hunian yang layak.
“In Syaa Allah kami akan berkolaborasi. Rumah korban yang habis terbakar akan kita upayakan dibangun kembali secara swadaya dan gotong royong. Yang penting keluarga korban kembali memiliki tempat tinggal,” katanya.
Selain pemulihan tempat tinggal, Junajah menilai kondisi psikologis keluarga, terutama anak korban yang selamat dari peristiwa tersebut, juga harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, pendampingan psikologis atau *trauma healing* menjadi langkah penting agar anak dapat pulih dari pengalaman yang mengguncang.
“Kondisi psikologis anak tentu menjadi perhatian. Kami akan terus berkoordinasi dengan warga dan berbagai pihak agar keluarga korban, khususnya anak yang ditinggalkan, mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan,” ucapnya.
Junajah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap keluarga korban sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran permukiman.
“Musim kemarau sudah mulai datang. Mudah-mudahan tidak ada lagi musibah kebakaran di Desa Cibodas maupun wilayah lainnya. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

















































































