Depok, Gesuri.id — Memperingati puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sawangan menggelar lomba memasak makanan tradisional antar-Posyandu se-Kecamatan Sawangan, Minggu (30/8).
Ajang ini menjadi wadah kreasi bagi para kader Posyandu untuk menyajikan kuliner khas Nusantara yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus menghidupkan kembali resep warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut atas instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dalam merayakan hari kemerdekaan.
Baca:
“Ini bagian dari semangat 17 Agustus, salah satunya dengan merawat tradisi leluhur melalui masakan tradisional,” ujar Yuni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok.
Legislator dari daerah pemilihan Sawangan, Bojongsari, dan Cipayung ini menilai, masakan tradisional memiliki keterikatan erat dengan sejarah bangsa, termasuk resep legendaris Mustika Rasa yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno.
“Kita kembali lagi ke sejarah, merawat warisan cita rasa seperti yang juga diperhatikan oleh Ibu Fatmawati dan Ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi, ini bukan sekadar kompetisi kuliner, tetapi upaya menghargai sejarah agar tradisi tidak hilang ditelan zaman,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Sawangan, Hasanuddin Betay, mengungkapkan bahwa pelibatan kader Posyandu merupakan langkah strategis untuk membangun kolaborasi nyata di tingkat akar rumput.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
“Posyandu berada di garda terdepan pelayanan warga, mulai dari balita hingga lansia. Partai dan Posyandu memiliki irisan perjuangan yang sama, yaitu demi kesejahteraan rakyat,” jelas Betay.
Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan konsolidasi partai di tingkat lokal untuk membumikan kehadiran partai di tengah masyarakat melalui pendekatan budaya dan sosial.
“Harapan saya, PDI Perjuangan di Sawangan dapat dikenal sebagai partai yang peduli terhadap tradisi kedaerahan. Kader harus hadir dan memberi manfaat nyata, tidak hanya dikenal saat momentum politik saja,” pungkasnya.

















































































