Jakarta, Gesuri.id – Krisis iklim, bencana ekologis, dan kerentanan sosial yang terus berulang menjadi alarm keras bagi masa depan Indonesia. Di tengah tantangan tersebut, peran anak muda dan perempuan kian strategis sebagai garda terdepan dalam merawat bumi sekaligus memperkuat mitigasi bencana berbasis kemanusiaan dan lingkungan.
Hal ini ungkapkan Erika Tansil usai lounching buku Spirit Kemanusiaan karya Kristin Samah, sebuah karya yang secara mendalam memotret pandangan, nilai, dan praktik Megawati Soekarnoputri dalam mengelola risiko bencana serta kepeduliannya yang konsisten terhadap isu lingkungan hidup, di acara Rakernas 1 PDI Perjuangan yang di selenggarakan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Menurut Erika Tansil, buku tersebut merupakan cermin kepemimpinan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menempatkan kemanusiaan dan keberlanjutan bumi sebagai fondasi kebijakan.
“Buku Spirit Kemanusiaan menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri, sekaligus perhatian beliau yang begitu besar terhadap gerakan menjaga lingkungan dan bumi. Ini menjadi rujukan penting, terutama bagi anak muda dan perempuan, untuk memahami bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal respons darurat, tetapi tentang keberpihakan pada alam dan manusia,” ujar Erika Tansil Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan.
Politisi muda PDI Perjuangan itu juga menegaskan, bahwa sebagai perempuan memiliki keunggulan perspektif dalam isu lingkungan karena kedekatannya dengan ruang hidup sehari-hari—air, pangan, kesehatan keluarga, dan keberlanjutan generasi. Sementara anak muda, dengan daya inovasi dan penguasaan teknologi digital, menjadi aktor penting dalam membangun kesadaran publik, edukasi kebencanaan, serta advokasi lingkungan yang lebih luas dan progresif.
“Anak muda hari ini tidak cukup hanya vokal di media sosial. Mereka harus hadir sebagai agen perubahan mendorong literasi lingkungan, mitigasi berbasis komunitas, hingga inovasi ekonomi hijau. Di sinilah peran perempuan dan anak muda saling menguatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erika menilai bahwa pendekatan Ibu Megawati Soekarnoputri dalam mitigasi bencana sebagaimana tergambar dalam buku Spirit Kemanusiaan menekankan pentingnya pencegahan, tata kelola lingkungan, dan keberanian politik untuk melawan praktik eksploitasi alam yang merusak.
“Merawat pertiwi bukan pilihan, tetapi tanggung jawab kolektif. Anak muda dan perempuan harus berdiri di barisan depan, memastikan pembangunan tidak mengorbankan bumi dan kemanusiaan,” tegasnya.
Erika Tansil berharap ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi muda dan perempuan berani mengambil peran nyata menjaga bumi, memperkuat mitigasi bencana, dan merawat pertiwi demi keberlanjutan bangsa.

















































































