Ikuti Kami

Maruarar: Sayangi Keluarga, Jangan Mudik

Sangat dipahami, mudik merupakan tradisi bangsa Indonesia yang sangat baik.

Maruarar: Sayangi Keluarga, Jangan Mudik
Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait yakin Presiden Jokowi akan melarang orang untuk pulang ke kampung halaman alias mudik pada lebaran atau Hari Raya Idul Fitri nanti.

Hal ini dilakukan untuk menjaga warga negara dari ancaman pandemi Covid-19 agar tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

Baca: Jangan Ada Oportunis di Tengah Perjuangan Melawan Corona

Maruarar memahami bahwa langkah ini bisa menuai dan pro dan kontra di tengah masyarakat. Ia juga sangat memahami bahwa mudik merupakan tradisi bangsa Indonesia yang sangat baik.

Dalam mudik itu ada jalinan persahabatan dan silaturrahim bisa diperat kembali. Sebab, mereka yang sudah meninggalkan kampung halaman dalam perantauan itu bisa kembali bertemu dengan keluarga, sahabat lama, tetangga dan kolega dengan penuh kasih sayang.

"Namun, kini situasinya berbeda. Dan atas nama kasih sayang pada keluarga, kolega, sahabat juga kita tak perlu mudik. Sayangi mereka yang di kampung halaman dengan tidak mudik," ungkap Maruarar, baru-baru ini. 

Saat ini, sambung Maruarar, pandemi Covid-19 memang luar biasa. Bukan hanya Indonesia, melainkan seluruh dunia mengalami kondisi yang tak terduga sebelumnya ini.

Tentu saja, kondisi ini membuat situasi berubah dan tentu saja ada yang berbeda. 

"Karena itu, kita harus menyikapi dengan langkah yang berbeda pula. Salah satunya dengan mengikuti protokol kesehatan. Kalau mudik, dengan rata-rata pemudik 16 juta orang saja, tak bisa dibayangkan dampak covid-19 ini," jelas Maruarar.

Baca: Repdem Desak Emil & Anies Kerja Sama Perangi Corona

Untuk silaturrahmi dan komunikasi dengan keluarga di kampung halaman, kata Maruarar, bisa dilakukan secara online. Saat ini sudah banyak media dan aplikasi untuk saling menyapa dan bersua dari kejauhan. 

Maruarar mengatakan, bila pandemi ini belum juga berakhir sampai dengan bulan Desember, maka Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bisa meniru sikap PB Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Yaitu dengan melarang mudik bagi umat Kristiani ke kampung halaman masing-masing pada saat Natal. 

"Tentu saja kita berharap pandemi ini segera berlalu," ungkapnya.

Quote