Jepara, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah menggelar nikah massal secara gratis, Senin (21/3/2022). Kegiatan ini diikuti puluhan pasangan suami istri yang selama ini belum memiliki buku nikah.
Baca : Mas Andi Gelar Pentas Wayang di Pulau Karimunjawa
Semua pasangan suami istri melangsungkan akad nikah sejak pagi. Siangnya, dilanjutkan dengan arak-arakan keliling kota ukir. Setiap pasangan menaiki dokar.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengucapkan selamat kepada seluruh pasangan suami istri yang telah mengikuti nikah massal dan sah secara negara.
Baca : BNPT Dukung Mas Andi Beri Bantuan Istri Terduga Teroris
"Kami mengucapkan selamat kepada ibu kalian karena secara hukum negara sah sebagai suami istri," ujar Mas Andi, sapaan akrabnya.
Menurut Mas Andi, kegiatan nikah massal sebagai bentuk komitmen Pemkab Jepara kepada warganya agar mendapatkan haknya sebagai pasangan suami istri. Mereka mendapat kepastian hukum, karena sudah sah tercatat dalam kependudukan sebagai suami istri.
Nikah massal tersebut dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-473.
"Tujuan ketiga, memberikan ruang kepada warga Jepara untuk menikmati fasilitas Pendopo Kartini. Kan tidak semua orang bisa melaksanakan pernikahan di pendopo ini," tuturnya.
Nikah massal ini diikuti 71 pasangan suami istri. Jumlah pasangan suami istri dalam nikah massal kali ini terbanyak yang pernah dilaksanakan di Jawa Tengah.

Pasangan yang tertua mengikuti nikah massal 72 tahun. Sedangkan termuda 19 tahun. "Ada yang pernikahannya sudah 3 tahun, ada yang sudah 30 tahun, bahkan 50 tahun usia pernikahannya. Karena anaknya ada yang sudah berumur 50 tahun lebih," ucapnya.
Uniknya, pasangan suami istri yang mengikuti nikah massal atau isbat ini terdiri dari lima umat beragama. Mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.
"Perwakilan kelima agama itu tadi hadir semua. Ini sebagai bentuk perwujudan Pemkab Jepara tidak membedakan antara agama satu dengan agama lainnya. Kalau bicara Jepara soal Pancasila, kerukunannya sangat terjaga," ujar Mas Andi.

















































































