Surabaya, Gesuri.id - Semangat hidup sehat, ramah lingkungan, dan hemat energi mewarnai kegiatan "Kelana Bung Karno: Politik Membawa Kebermanfaatan, Sehat, Senang, dan Bahagia".
Acara yang diinisiasi oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini digelar meriah Minggu (14/6).
Sejak pagi hari, ribuan warga telah memadati titik start di Jalan Sedap Malam, tepat di samping Balai Kota Surabaya. Mereka bersiap mengikuti kayuhan sepeda bersama (gowes) yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno.
Para peserta menempuh rute yang melintasi sejumlah jalan protokol, mulai dari Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, hingga Jalan Darmo, sebelum akhirnya menyentuh garis finish di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Jalan Setail. Sepanjang perjalanan, pekikan penuh semangat seperti "Bung Karno Arek Suroboyo" dan "Bung Karno Wani" berkali-kali menggema dari rombongan pesepeda.
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Kegiatan ini tidak hanya menyedot antusiasme kader partai, tetapi juga memikat masyarakat umum dari berbagai latar belakang. Mulai dari generasi muda, komunitas pesepeda, hingga keluarga yang ingin berolahraga bersama.
Suasana di titik finish semakin semarak dengan hadirnya layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta hiburan musik yang dipandu oleh disjoki (DJ) profesional. Menariknya, seluruh kudapan yang disajikan untuk memanjakan peserta merupakan produk lokal hasil kreasi UMKM Surabaya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji—yang akrab disapa Cak Ji—menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas, bukan sekadar seremonial.
"Rangkaian Bulan Bung Karno ini kami isi dengan kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat. Kami memiliki kepedulian untuk menyehatkan badan, mencerdaskan pikiran, dan mengajak seluruh warga Surabaya menjaga kesehatan," ujar Armuji.
Cak Ji menekankan bahwa menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang yang murah dan mudah, salah satunya melalui olahraga rutin.
"Menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada mengobati. Biaya berobat itu mahal, sedangkan olahraga adalah obat yang paling murah. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup sehat melalui kegiatan seperti bersepeda," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Armuji juga menyoroti isu terkini mengenai kenaikan harga sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tengah menyita perhatian publik. Menurutnya, momentum ini harus menjadi titik balik untuk menghidupkan kembali budaya bersepeda sebagai sarana transportasi harian maupun olahraga.
"Sepeda sekarang mulai jarang digunakan dan kegiatan gowes bersama tidak semarak dulu. Karena itu, PDI Perjuangan ingin mengawali kembali semangat ini. Di tengah fluktuasi dan kenaikan harga BBM, sepeda bisa menjadi alternatif yang sehat sekaligus hemat," jelasnya.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Lebih lanjut, Armuji menegaskan bahwa beralih ke sepeda—baik sepeda kayuh konvensional maupun sepeda listrik—memiliki multiplier effect (efek berganda) yang positif bagi lingkungan.
"Ini adalah bagian dari kampanye ramah lingkungan. Dengan bersepeda, kita mengurangi konsumsi BBM dan menekan emisi gas buang. Hasilnya, badan kita sehat, lingkungan kita pun menjadi lebih bersih," tegas Cak Ji.
Ia berharap budaya bersepeda dapat kembali menjadi gaya hidup (lifestyle) warga Kota Pahlawan seperti beberapa tahun lalu.
"Jika dilakukan secara rutin, saya yakin kualitas kesehatan masyarakat Surabaya akan meningkat pesat. Di sisi lain, kita juga berkontribusi menjaga kualitas lingkungan demi generasi masa depan," pungkasnya.

















































































