Ikuti Kami

Vlog Sampah Traveler India, Gus Falah: Kritik yang Positif

Jadikan saja itu (kritikan) sebagai bagian dari renungan bagi kita bagaimana mengelola sampah ke depannya lebih baik

Vlog Sampah Traveler India, Gus Falah: Kritik yang Positif
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru - Foto: istimewa

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII  DPR RI yang salah satunya membidangi masalah lingkungan hidup, Nasyirul Falah Amru meminta masyarakat tidak usah marah atas sebuah video viral dari seorang vlogger asal India terkait masalah sampah plastik di Indonesia khususnya di Singkawang, Kalimantan Barat.

Wakil rakyat asal Dapil Lamongan-Gresik yang juga Sekretaris Umum PP Bamusi DPP PDI Perjuangan itu menilai pengelolaan sampah di Indonesia memang masalah pelik sejak dulu. 

"Kalau misalkan ada vlog dari turis India itu, saya pikir itu bagus dan positif buat kita. Jangan juga kita membalas dengan menyebut India lebih parah sampahnya dari Indonesia. Jadikan saja itu sebagai bagian dari renungan bagi kita bagaimana mengelola sampah ke depannya lebih baik," ucapnya saat ditemui Gesuri.id di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Gus Falah sapaan akrabnya mengungkapkan, pengelolaan sampah yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih belum maksimalkan instrumen yang dimiliki. 

"Selama ini, Pemerintah memiliki program motor sampah. Dan itu salah satu penunjang dalam menyelesaikan masalah pengeolaan sampah. Gak usah jauh-jauh ke Kalimantan, pergi saja ke Garut, itu juga masih carut marut soal pengelolaan sampahnya," ujarnya.

Ditambahkan Gus Falah, anggaran terkait KLHK, breakdown-nya seperti apa. Bahkan sampai pada mata anggaran atau satuan tiga-nya pun kita minta. Benar gak sih pengelolaan sampah. Benar apa gak sih untuk mengatasi masalah limbah ini.

Kalau hal ini terus menerus tidak dijadikan fokus dari KLHK, ia menganggap masalah sampah tersebut tidak akan pernah terpecahkan.

Gus Falah menilai, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menterinya kurang berani dalam hal inisiatif-inisiatif soal sampah. Ia mengaku pihaknya selalu mengingatkan Menteri untuk lebih berani berinovasi masalah pengelolaan sampah.

"Jangan kemudian kita terbius, terjebak pada retorika yang hanya segelintir disebutkan Kementerian KLHK, 'itu lho kita sudah membuat pengelolaan sampah lebih bagus, dirubah jadi energi listrik, tapi apa? Di Dapil saya Lamongan saja itu tidak berjalan maksimal kok," kesalnya.

KLHK, diharapkan dia di Pemerintahan kedua Presiden Jokowi harus dipegang oleh Menteri yang berani, khususnya soal sampah.

"Kalau perlu dibuat Badan khusus pengelolaan sampah. Bukan Dirjen Sampah. Jadi badan yang satu pintu soal pengelolaan sampah di bawah Presiden langsung itu lebih bagus. Dan kita mengawasinya jadi lebih enak," tambahnya.

Gus Falah mencontohkan bagaimana masalah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Bantar Gebang, Bekasi yang sudah terkelola dengan baik. Walaupun ada permasalahan klasik antara Pemprov DKI dengan Pemerintah Kota Bekasi soal pengelolaannya. 

Sebelumnya, dalam sebuah video viral beberapa hari lalu dari seorang traveller asal India, Srishti Tehri di akun YouTube dan Instagramnya @srish_teee, ia merekam tumpukan sampah dari sebuah daerah di Singkawang, Kalimantan Barat. 

Dalam caption IG-nya, wanita berusia 24 tahun itu menceritakan pengalamannya dalam kunjungan selama tiga minggu ke Pontianak, Sintang dan Singkawang. Srishti mengaku cukup menikmati keindahan alam Indonesia yang terdiri dari hutan, pegunungan, kuliner dan kebudayaannya. Namun dalam videonya itu, selain memuji, ia juga mengingatkan akan polusi dari limbah sampah yang didominasi plastik.

Quote