Jakarta, Gesuri.id - Dinamika politik hari ini kembali membawa kita pada sebuah pemandangan yang menarik. Di Makassar, Presiden ke-7 RI, Bapak Joko Widodo, secara terbuka menegaskan arah dukungan dan komitmennya untuk sebuah partai baru.
Bagi sebagian orang, ini mungkin dianggap sebagai guncangan atau arah baru dalam peta politik nasional.
Namun, bagi kami yang dibesarkan dalam rahim perjuangan PDI Perjuangan, ini adalah momentum untuk melakukan refleksi yang lebih dalam: Di mana sebenarnya kekuatan sejati sebuah partai politik berada?
Baca: Ganjar Sebut Kehadiran Megawati Bertemu Presiden Prabowo
Demokrasi kita memang memberi ruang seluas-luasnya bagi setiap tokoh bangsa untuk menentukan pilihan dan arah dukungannya.
Itu adalah hak yang harus kita hormati secara dewasa. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa politik bukan sekadar tentang perpindahan figur dari satu panggung ke panggung lainnya.
Politik, dalam makna yang paling murni, adalah tentang konsistensi ideologi dan ketangguhan struktur yang menyentuh akar rumput.
PDI Perjuangan tidak dibangun dalam semalam melalui satu atau dua figur besar semata.
Partai ini berdiri di atas fondasi keringat jutaan kader yang bekerja dalam sunyi di pelosok-pelosok desa, di gang-gang sempit, dan di tengah pasar-pasar rakyat.
Kekuatan kami terletak pada struktur yang mengakar hingga ke tingkat anak ranting—sebuah infrastruktur sosial yang tidak bisa dibangun hanya dengan instruksi singkat atau momentum sesaat.
Menanggapi keriuhan di luar sana, saya sering ditanya, "Bagaimana sikap kita?" Jawaban saya sederhana: Tetaplah pada garis perjuangan.
Loyalitas seorang kader partai tidak diuji saat angin tenang, melainkan saat badai manuver mulai bertiup.
Di Kabupaten Bandung, saya melihat sendiri bagaimana semangat gotong royong para kader tetap solid. Kami tidak disibukkan dengan urusan siapa mendukung siapa di level atas, melainkan disibukkan dengan pertanyaan: "Sudahkah aspirasi warga hari ini tersampaikan?Apakah masalah pupuk petani sudah ada solusinya? Apakah akses kesehatan warga sudah terjamin?"
Pada akhirnya, panggung politik akan selalu penuh dengan atraksi. Namun, penonton yang paling jujur—yakni rakyat—tidak hanya melihat siapa yang paling lantang berseru di atas podium.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Mereka akan melihat siapa yang tetap berdiri di samping mereka ketika lampu panggung telah padam. Kita tidak perlu goyah. Kedewasaan politik mengajarkan kita bahwa konsistensi jauh lebih berharga daripada sekadar sensasi.
Politik bagi kita PDI Perjuangan, bukan berhenti pada pidato & deklarasi, tapi berlanjut pada kerja nyata. Konsistensi, sikap & kesetiaan pada mandat konstitusi.
Kader, Pengurus, baik di tingkat legislatif, eksekutif, Kader yg dikaryakan pada Birokrasi & Private sector, harus bisa konsisten berpihak pada rakyat & kepentingan Bangsa. Dan disanalah Legitimasi PDI Perjuangan dibangun & dipertahankan.
Mari kita terus bekerja, menjaga napas perjuangan ini tetap menyala di akar rumput. Karena pada akhirnya, sejarah akan mencatat bahwa yang bertahan bukanlah mereka yang paling lincah bermanuver, melainkan mereka yang paling setia pada mandat rakyat.

















































































