Ikuti Kami

Ahmad Safei Khawatir Pemenuhan Dapur MBG di Kolaka Tidak Terpenuhi

Banyak MBG yang dibangun tidak dak sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana dipersyaratakan oleh BGN. 

Ahmad Safei Khawatir Pemenuhan Dapur MBG di Kolaka Tidak Terpenuhi
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara(Sultra) H Ahmad Safei.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara(Sultra) H Ahmad Safei khawatir akan pemenuhan kebutuhan dapur Makanan Bergizi Gratis(MBG). 

Safei yang dimintai tanggapannya mengenai keterlambatan anak-anak Kolaka yang terlambat menikmati MBG sudah berjalan hampir setahun, dari target 27 dapur MBG yang akan dibangun di Kabupaten Kolaka sekarang baru terealisasi sebanyak 3 dapur MBG melayani anak-anak sekolah.

“Kita berharap mudah-mudahan ini semua bisa berjalan dengan baik,” harap Safei dengan nada optimis.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat(RDP), yang dilakukan bersama dengan Kepala Badan Gizi Nasional(BGN), bahwa bukan hanya mengejar target, tetapi juga mengatur cara agar ada perbaikan di lapangan sebagaimana riak atau dinamika terjadi di lapangan. Karena pada awalnya pihak BGN telah mengeluarkan petunjuk teknis(Juknis) untuk pembangunan sebuah dapur MBG dengan luas bangunan permanen, harus berukuran 20×20 meter beserta semua falitasnya.

Tetapi faktanya di lapangan kata Safei banyak MBG yang dibangun tidak dak sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana dipersyaratakan oleh BGN. 

“Banyak dapur MBG yang di bangun hanya direhab-rehab saja, mungkin hanya menelan biaya ratusan juta rupiah, sementara lainnya yang membangun dapur MBG sesuai juknis BGN sampai mengeluarkan anggaran milyaran rupiah, tetapi porsi keuntungan yang diberikan sama-sama Rp 2 ribu, nah ini kan bisa menjadi penyebab kecemburuan sosial di lapangan, olehnya itu ini yang perlu dibenahi,”ujar Safei.

Ketika ditanya terkait masalah pemenuhan kebutuhan dapur MBG apakah bisa terpenuhi semua, seperti untuk kebutuhan daging, telur, ikan dan sayur-sayuran termasuk kebutuhan lainnya. Sementara di Kolaka ini nantinya ada 27 dapur yang harus beroperasi dalam memenuhi MBG anak-anak Kolaka. Mantan Bupati dua periode ini menegaskan bahwa itu menjawab persoalan itu, Pemerintah Daerah(Pemda) harus memberi suport kepada semua masyarakat dan petani.

Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri

“Jadi tugasnya Pemda mulai sekarang memberi suport kepada masyarakat petani berupaya agar kebutuhan MBG nantinya bisa terpenuhi. Dengan munculnya Koperasi Merah Putih(KMP), Danantara yang diberikan anggaran sampai Rp 20 Triliun, termasuk dana Kur itu semuanya ditambah, bahkan pihak Kemenkeu RI memberikan anggaran kepada perbankan sebesar Rp 200 Triliun dalam mendorong semua kelompok tani diberikan modal berusaha, tujuannya kedepan agar pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur MBG bisa terpenuhi." ujarnya

Ia berharap, Kolaka tidak berharap subsidi bahan baku dari daerah lain karena setiap daerah perlu memikirkan bagaimana kebutuhan dapur MBG-nya bisa terpenuhi

“Kita bisa bayangkan kalau misalnya 27 dapur ini sudah bisa berfungsi semua, setiap dapur harus membelanjakan uang setiap hari untuk kebutuhan dapur MBG sebanyak Rp 30 juta, nah kalau 27 dapur berarti harus membelanjakan uang setiap hari sebanyak Rp 810 juta. Nah apakah bahan baku ini siap semua, jangan sampai tidak bisa terpenuhi, dan itulah yang sangat mengkuatirkan bagi saya,” pungkas Safei.

Quote