Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan pentingnya penguatan perlindungan bagi personel Manggala Agni dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meningkat.
Menurutnya, selain memastikan kesiapan peralatan dan personel, pemerintah juga harus memberikan jaminan kesehatan dan asuransi jiwa yang memadai bagi petugas di lapangan. Hal itu disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, dikutip Selasa (7/7/2026).
"Kunjungan kami ingin memastikan bahwa kawan-kawan Manggala Agni dilengkapi dengan perlengkapan yang memenuhi standar. Demikian juga jaminan atas kesehatan mereka, karena kita ketahui bersama bahwa tugas mereka ini menghadapi tantangan nyawa. Oleh karena itu mereka harus dibekali dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang berbeda dari kita yang bekerja di dalam ruangan," ujar Alex.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengawasi kesiapsiagaan penanggulangan karhutla, termasuk efektivitas langkah pencegahan serta sinergi antarlembaga dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan paparan yang diterima Komisi IV DPR RI, sepanjang 1 Januari hingga 30 Juni 2026 terdeteksi sebanyak 8.069 hotspot di Indonesia, dengan 329 titik yang telah terkonfirmasi sebagai kejadian karhutla. Untuk menekan potensi kebakaran, pemerintah telah melaksanakan empat periode Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan empat pesawat dengan total 131 sorti penyemaian awan dan 128,2 ton natrium klorida (NaCl).
Alex menegaskan bahwa perlindungan terhadap personel Manggala Agni tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla. Menurutnya, petugas yang berada di garis depan menghadapi risiko tinggi sehingga membutuhkan dukungan perlengkapan, keselamatan kerja, serta jaminan sosial yang memadai.
Komisi IV DPR RI juga menyoroti tingginya intensitas karhutla di Provinsi Riau yang menempati urutan kedua secara nasional setelah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Riau masih menjadi salah satu wilayah prioritas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
"Oleh karena itu, tujuan kunjungan ini adalah mendapatkan informasi yang valid mengenai langkah-langkah Kementerian Kehutanan sebagai leading sector dalam mengatasi persoalan karhutla yang terus berulang," ucapnya.
Selain mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mitigasi, Alex juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Di samping itu, kami meminta ketegasan Kementerian Kehutanan agar titik-titik api yang berulang dari tahun ke tahun segera ditindak tegas sesuai kewenangannya," pungkasnya.

















































































