Ikuti Kami

Andreas Eddy Susetyo Larut dalam Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe

​Andreas mengungkapkan bahwa pendekatan informal menjadi sarana paling efektif untuk menangkap kondisi objektif di lapangan.

Andreas Eddy Susetyo Larut dalam Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe
Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo.

Malang, Gesuri.id — Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, memilih cara bernuansa hangat dan penuh keakraban saat menyerap aspirasi warga dalam agenda resesnya di Kota Malang. 

Politisi PDI Perjuangan ini turun langsung menyusuri lorong permukiman di RT 04 RW 05 Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Sabtu (8/8).

​Tanpa protokoler ketat, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI tersebut berbaur bersama warga dalam gelaran Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe. 

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Suasana kampung yang disulap dengan dekorasi klasik era 1940–1960-an itu makin semarak ketika Andreas mencicipi ragam jajanan nostalgia yang kian langka, seperti cenil, jenang, dan gulali. Tak canggung, ia pun ikut berjoget dan berdendang bersama seniman campursari Sudi Budoyo.

​Andreas mengungkapkan bahwa pendekatan informal menjadi sarana paling efektif untuk menangkap kondisi objektif di lapangan, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga potensi pariwisata berbasis komunitas.

​"Pendekatan seperti ini membuat saya bisa merasakan denyut nadi ekonomi warga secara nyata. Wakil rakyat harus hadir tidak hanya di gedung parlemen, tetapi juga turun ke jalan, menikmati kuliner warga, serta berbaur dalam kegembiraan dan gotong royong," tegasnya.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Festival yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini mendapat apresiasi tinggi dari Andreas. Ia menilai kekompakan warga yang mampu menggelar kegiatan secara rutin selama satu bulan penuh merupakan manifestasi nyata dari kekuatan ekonomi kerakyatan.

​Dalam kesempatan tersebut, Andreas berdiskusi langsung dengan tim kreatif serta para tokoh masyarakat setempat, di antaranya Ketua Panitia Satria Adi Nugroho, Ketua RW 05 Gunawan Priyo Widodo, dan tokoh masyarakat Nurul Setyowati.

​Menurutnya, pameran budaya dan ragam kuliner tradisional ini tidak sekadar menghidupkan suasana kampung, melainkan membuka ruang pamer yang produktif bagi pelaku UMKM lokal. Seluruh catatan, masukan, dan potensi yang dihimpun selama dialog santai bersama warga tersebut akan dibawanya sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di parlemen.

Quote