Pamekasan, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ansari, menekankan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak.
Kolaborasi kedua pihak dinilai menjadi kunci agar nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan di sekolah dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ansari dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) di Pamekasan, Rabu (28/10/2026).
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga harus diperkuat dengan pembiasaan positif di lingkungan keluarga.
“Pendidikan tidak cukup berlangsung di sekolah, tetapi harus berkesinambungan dengan pembiasaan di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Ansari menjelaskan, penanaman nilai-nilai karakter akan sulit berhasil apabila tidak mendapat dukungan dari keluarga. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan contoh nyata melalui perilaku sehari-hari agar anak dapat menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari di sekolah.
Ia mencontohkan, ketika guru mengajarkan kedisiplinan kepada siswa, seperti meletakkan sepatu dan tas pada tempatnya, orang tua juga perlu menerapkan kebiasaan serupa di rumah. Dengan demikian, anak dapat memahami dan membiasakan perilaku disiplin secara konsisten, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Menurut Ansari, pembentukan karakter membutuhkan waktu, keteladanan, dan konsistensi. Kebiasaan positif yang diterapkan secara berulang akan membantu membentuk kepribadian anak hingga dewasa.
“Memang tidak mudah. Di awal-awal tidak mudah, tetapi setelah satu tahun, dua tahun akan terbentuk karakter seperti itu,” katanya.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo yang Jarang
Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam pendidikan formal, sedangkan orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak di lingkungan keluarga. Karena itu, keduanya perlu membangun komunikasi dan kerja sama yang baik agar proses pendidikan berlangsung selaras.
Ansari menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya diukur dari pemahaman anak terhadap materi pembelajaran, tetapi juga dari penerapan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi antara sekolah dan keluarga, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki karakter yang baik. Konsistensi dalam memberikan teladan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pembentukan karakter tersebut.

















































































