Ikuti Kami

Puti Guntur Soekarno Ajak Generasi Muda Surabaya Hidupkan Identitas Arek melalui Inovasi Budaya

Generasi muda tidak hanya dituntut memahami sejarah perjuangan, tetapi juga mampu melestarikan budaya lokal.

Puti Guntur Soekarno Ajak Generasi Muda Surabaya Hidupkan Identitas Arek melalui Inovasi Budaya
Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno.

Surabaya, Gesuri.id– Identitas Arek Surabaya yang dikenal dengan semangat wani atau berani dinilai perlu terus diperkuat di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. 

Generasi muda tidak hanya dituntut memahami sejarah perjuangan, tetapi juga mampu melestarikan budaya lokal melalui kreativitas, inovasi, dan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) 2026 bertajuk “Semarak Budaya” yang menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Palm Park Hotel Surabaya, Minggu (25/10/2026), dengan mengangkat tema “Identitas Arek: Apakah Masih Ada Wani di Generasi Surabaya Hari Ini?”

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

Forum tersebut membahas relevansi nilai keberanian yang selama ini melekat pada masyarakat Surabaya, khususnya dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya. Nilai wani dinilai tidak lagi terbatas pada keberanian melawan atau melakukan perlawanan fisik, tetapi juga mencakup keberanian menyampaikan pendapat, mengembangkan gagasan, serta menciptakan perubahan melalui karya.

Puti Guntur Soekarno menekankan pentingnya generasi muda mempertahankan karakter khas Arek Surabaya dengan menerjemahkan nilai keberanian ke dalam tindakan nyata yang sesuai dengan tantangan masa kini.

“Generasi muda saat ini diharapkan memiliki sifat wani dengan manifestasi yang baru, yaitu wani berkarya, wani berinovasi, dan wani berpikir kritis,” ujarnya.

Menurut Puti, kebudayaan tidak hanya terbatas pada kesenian, pakaian tradisional, atau peninggalan bersejarah. Kebudayaan juga mencakup nilai, pola pikir, dan cara hidup yang berkembang di tengah masyarakat serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Oleh karena itu, pelestarian identitas Arek Surabaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan mengenang sejarah perjuangan. Nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti keberanian bersikap jujur, kemandirian, sikap kritis, dan komitmen menjaga kebudayaan lokal.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Bersama Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan, Puti menyampaikan komitmen untuk mendorong pelestarian identitas Arek agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Tantangan tersebut semakin besar seiring meningkatnya kedekatan generasi muda dengan teknologi, media sosial, dan budaya populer global. Di satu sisi, perkembangan tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas. Namun, di sisi lain, diperlukan upaya berkelanjutan agar identitas budaya daerah tidak kehilangan tempat di tengah perubahan tren.

Semangat wani diharapkan dapat menjadi modal bagi generasi muda Surabaya untuk menghasilkan karya kreatif yang berakar pada nilai-nilai lokal. Dengan demikian, identitas Arek tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga hadir sebagai kekuatan budaya yang berkembang dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Quote