Ikuti Kami

Ina Ammania Dorong Madrasah Utamakan Prestasi, Karakter, dan Kecakapan Sosial

Pembentukan akhlak mulia, penguatan karakter, serta kecakapan sosial juga harus menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan pendidikan

Ina Ammania Dorong Madrasah Utamakan Prestasi, Karakter, dan Kecakapan Sosial
Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania.

Bondowoso, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan madrasah tidak semata-mata ditentukan oleh nilai akademik dan jumlah penghargaan yang diraih siswa.

Pembentukan akhlak mulia, penguatan karakter, serta kecakapan sosial juga harus menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Ina dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bertema “Membangun Generasi Emas Madrasah” yang digelar di Hotel Grand Padis, Bondowoso, Rabu (28/10).

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

Menurut Ina, pendidikan madrasah perlu mengintegrasikan tiga aspek utama, yakni prestasi akademik, akhlak mulia, dan kecakapan sosial. Ketiganya dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, memanfaatkan teknologi secara bijak, bekerja sama, dan menghargai perbedaan.

“Prestasi akademik membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan berpikir. Akhlak mulia menjadi pedoman dalam menggunakan ilmu, sedangkan kecakapan sosial membentuk kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ina.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak memberikan stigma negatif kepada siswa yang memperoleh nilai akademik rendah. Sebaliknya, siswa perlu mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya, disertai penanaman nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Ina menegaskan bahwa pencapaian akademik harus diraih melalui proses yang jujur. Menurutnya, nilai tinggi tidak dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan apabila diperoleh melalui tindakan yang bertentangan dengan nilai integritas.

“Prestasi yang diraih melalui kecurangan, seperti menyontek, bukan keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya,” jelas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut.

Selain penguatan karakter, Ina menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan. Madrasah juga perlu membekali siswa dengan etika digital agar mampu memilah informasi, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.

Untuk memperkuat pendidikan karakter, Ina memaparkan empat langkah yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Pertama, menjadikan guru sebagai teladan dalam perilaku sehari-hari. Kedua, mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam seluruh mata pelajaran. Ketiga, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan perilaku positif. Keempat, melakukan penilaian terhadap perkembangan siswa secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan capaian akademik.

Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur

Menurut Ina, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan konsistensi dan keterlibatan berbagai pihak agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, upaya membangun generasi emas madrasah membutuhkan kolaborasi antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sinergi tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan intelektual, moral, dan sosial peserta didik.

Melalui pendekatan pendidikan yang menyeluruh, Ina berharap madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Quote