Kubu Raya, Gesuri.id – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menghadiri panen raya yang digelar oleh Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan Satu di lahan Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (14/7).
Sujiwo menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali sektor pertanian yang sempat lesu, salah satunya dengan merealisasikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor rotari bagi para petani setempat.
Panen raya kali ini dilakukan di atas lahan produktif seluas kurang lebih enam hektare, dengan menanam varietas padi berumur empat bulan. Sujiwo menilai hasil panen kali ini cukup memuaskan dan patut diapresiasi.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
“Panen raya di Parit Ngabeh ini luasannya kurang lebih enam hektare dengan varietas padi empat bulan. Hasilnya lumayan bagus. Kehadiran saya bersama Kepala Dinas Pertanian hari ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat para petani kita,” ujar Sujiwo.
Di sela-sela kegiatan, Sujiwo tidak menampik bahwa sektor pertanian di Kabupaten Kubu Raya mengalami tren kemunduran dalam empat tahun terakhir. Salah satu pemicu utamanya adalah maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit, yang dinilai masyarakat lebih menjanjikan secara ekonomi.
Kendati demikian, Sujiwo memandang fenomena tersebut secara realistis dan tidak menyalahkan keputusan para petani.
"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Dengan menanam sawit, mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka. Dari sudut pandang negara, tujuan akhirnya memang untuk kesejahteraan rakyat," ungkapnya.
Guna mengantisipasi penyusutan lahan pertanian yang kian masif, Sujiwo meminta jajaran Dinas Pertanian beserta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk lebih proaktif dan memperbanyak intensitas turun ke lapangan guna menyerap langsung aspirasi petani.
"Saya minta tolong kepada Kepala Dinas Pertanian, perbanyak waktu di lapangan. Hadir di tengah-tengah petani dan kelompok tani, tanyakan langsung apa persoalan mereka. Identifikasi apa yang perlu kita bantu dan dukung, apakah itu pupuk, racun tikus, pestisida, alsintan, atau hal lainnya," tutur Sujiwo.
Ia juga menginstruksikan dinas terkait untuk segera memetakan lahan-lahan produktif yang tersisa serta mendata kelompok tani yang masih aktif agar program bantuan ke depan tepat sasaran.
“Kuncinya ada di situ. Buat skema mana lahan-lahan yang betul-betul produktif yang harus kita pertahankan melalui regulasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Mana kelompok tani yang aktif, itu yang harus kita berikan atensi dan perhatian khusus,” imbuhnya.
Merespons langsung keluhan dan usulan dari Poktan Tunas Harapan Satu terkait keterbatasan alat penunjang produksi, Bupati Kubu Raya memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan traktor rotari dalam waktu dekat.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Tadi ada usulan kebutuhan traktor rotari. Insyaallah pada September mendatang bantuan tersebut akan kita serahkan. Harganya tidak terlalu mahal, di bawah Rp40 juta. Kita pastikan pemerintah daerah akan bantu,” tegasnya. (Catatan: Penulisan nominal angka disesuaikan dengan EYD).
Sujiwo mengingatkan jajarannya untuk menjaga amanah dalam mengawal ketahanan pangan di Kubu Raya, terlebih di tengah pesatnya ekspansi kawasan permukiman dan pergudangan yang terus menekan eksistensi lahan pertanian.
"Pegang amanah dari Tuhan ini, pegang kepercayaan dari rakyat dan negara. Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat Kubu Raya," pungkasnya.

















































































