Ikuti Kami

Bantargebang Terancam Overload, DPRD DKI Pasang Badan Kunci Kerja Sama & Awasi Pemprov dari Hulu ke Hilir!

DPRD menegaskan pengawasan bakal diperketat agar penanganan sampah tak sekadar wacana dan benar-benar tuntas dari hulu ke hilir.

Bantargebang Terancam Overload, DPRD DKI Pasang Badan Kunci Kerja Sama & Awasi Pemprov dari Hulu ke Hilir!
​Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.

​Jakarta, Gesuri.id  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pasang badan mendukung penuh perpanjangan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi dalam pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. 

Namun, DPRD menegaskan pengawasan bakal diperketat agar penanganan sampah tak sekadar wacana dan benar-benar tuntas dari hulu ke hilir.

​Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menilai pembaruan kerja sama ini sangat mendesak demi menyesuaikan kondisi lapangan terkini. Ia menegaskan, legislatif siap mengawal setiap langkah strategis demi menyelesaikan krisis sampah Jakarta secara menyeluruh.

Baca: Kupas Tuntas Kisah Ganjar Pranowo saat Jadi Anggota DPR RI

​“Yang jelas DPRD DKI mendukung apa pun yang memang direncanakan bisa mengatasi masalah sampah secara tuntas. Pengawasannya pastinya harus ketat karena melibatkan berbagai pihak,” tegas Yuke, Selasa (27/10).

​Yuke mewanti-wanti Pemprov DKI agar tidak terus-menerus menjadikan TPST Bantargebang sebagai 'tumpuan tunggal'. Menurutnya, penanganan krisis ini wajib diawali dari sumbernya, mulai dari pemilahan sampah skala rumah tangga, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), hingga pembenahan total pada sistem pengangkutan.

​Ia memastikan DPRD DKI bakal memantau ketat pelaksanaan program tersebut di lapangan, dari pemilahan di lingkungan terkecil hingga mekanisme pengangkutannya ke tempat pemrosesan akhir.

​“Jadi kita juga akan mengawasi pola-pola atau program yang sudah direncanakan untuk mengatasi masalah sampah. Seperti TPS 3R, pilah sampah dari rumah, hingga mekanisme pengangkutannya,” ujarnya.

Baca: Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung

​Lebih lanjut, Yuke menekankan bahwa seluruh strategi penanganan harus berjalan terpadu. Pengurangan sampah di hulu dan pengolahan di tengah wajib diimbangi dengan solusi konkret untuk membereskan gunungan sampah yang sudah terlanjur menumpuk di Bantargebang.

​Ia menargetkan berbagai gebrakan ini dapat membuahkan hasil signifikan pada periode 2028–2029. Yuke juga mendorong penguatan koordinasi interwilayah serta sinergi erat dengan pemerintah pusat.

​“Mudah-mudahan kalau di hulu, di tengah, TPS 3R, lalu ada PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik), berjalan bersamaan. Termasuk juga kita harus memikirkan cara membereskan puluhan ribu ton sampah yang sudah menumpuk di Bantargebang,” pungkasnya.

Quote