Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Banyu Biru Djarot, menegaskan pagelaran wayang kulit merupakan sarana strategis untuk merawat kebudayaan Indonesia yang berakar kuat pada nilai-nilai keindonesiaan.
Hal itu dia sampaikan saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Sasana Kridha Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (31/1).
Menurut Banyu Biru, wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang mengajarkan filosofi hidup, kearifan lokal, dan nilai kemanusiaan.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Karena itu, kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat melalui jalur kebudayaan merupakan bagian dari metode perjuangan partai.
“Wayang adalah salah satu kebudayaan otentik Indonesia. Melalui pagelaran seperti ini, partai hadir menyatu dengan rakyat dan masuk melalui jendela kebudayaan,” ujar Banyu.
Ia menjelaskan, tema “Semar Membangun Kayangan” tidak dimaknai sebagai pembangunan kekuasaan, melainkan pembangunan nilai dalam diri manusia agar mampu menciptakan keharmonisan hidup.

Dalam falsafah Jawa, nilai tersebut dikenal sebagai memayu hayuning bawana.
Anggota Komisi VII DPR RI itu menilai antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara hingga ratusan meter menjadi bukti bahwa kebudayaan masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut turut menggerakkan ekonomi rakyat dengan hadirnya pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
“Ini adalah kebahagiaan yang dibagi bersama. Ketika budaya hidup, rakyat bersukacita, ekonomi bergerak, dan persaudaraan semakin kuat,” tegasnya.
Ia berharap, pendekatan kebudayaan terus menjadi bagian dari gerak PDI Perjuangan dalam memperkuat ikatan dengan rakyat dan menjaga jati diri bangsa.

















































































