Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mendorong reposisi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti agar lebih berfokus pada sejarah dan perkembangan lembaga kepresidenan Indonesia.
Ia menilai museum yang berlokasi di Bogor tersebut idealnya tidak hanya menampilkan sosok maupun koleksi pribadi para presiden, tetapi bertransformasi menjadi pusat pengetahuan kelembagaan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026),
BaCa: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Bonnie menekankan pentingnya penguatan materi museum.
"Jika melihat namanya, idealnya museum ini menyimpan informasi mengenai lembaga kepresidenan sejak lembaga tersebut eksis dalam sejarah kita," ujar Bonnie.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menilai substansi Museum Balai Kirti perlu diperkaya dengan narasi perubahan struktur, unit kerja, hingga dinamika institusi di sekitar lingkaran kepresidenan dari masa ke masa. Ia memisalkan perjalanan sistem pengamanan presiden yang dinamis dan perlu diteliti secara mendalam.
Guna mewujudkan hal tersebut, riset dan dokumentasi komprehensif harus mulai dilakukan sejak dini agar isi museum makin berbobot.
Selain materi pameran, Bonnie turut menyoroti lokasi museum yang berada di dalam Kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Berada di kawasan Ring Satu, akses masyarakat umum terbatas karena wajib melewati prosedur pengamanan ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
BaCa: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Atas dasar kondisi tersebut, Bonnie menyarankan agar tolok ukur keberhasilan Museum Balai Kirti tidak lagi didasarkan pada kuantitas pengunjung semata.
- Fokus Utama: Menjadi pusat riset dan rujukan pengetahuan bagi peneliti sejarah, politik, serta demokrasi Indonesia.
- Fungsi Dokumentasi: Menyimpan arsip dan narasi historis unit-unit kerja kepresidenan secara mendalam.
- Orientasi Dampak: Mengutamakan kualitas literasi dan pengetahuan yang diproduksi ketimbang sekadar angka kunjungan.
"Tempatkanlah museum ini sebagai museum lembaga kepresidenan, lengkap dengan rekam jejak unit kerja di dalamnya. Targetnya bukan sekadar jumlah pengunjung, melainkan seberapa banyak pengetahuan yang dapat diproduksi dari tempat ini," pungkas Bonnie

















































































