Ikuti Kami

Haru Orang Tua Siswa Saat Anaknya Raih Beasiswa di Universitas ST Bhinneka

Tangis haru dan rasa syukur terpancar dari raut wajah para orang tua saat menghadiri penyerahan beasiswa pendidikan tinggi.

Haru Orang Tua Siswa Saat Anaknya Raih Beasiswa di Universitas ST Bhinneka
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan.

Medan, Gesuri.id  — Bagi Ika Teresia Sembiring, harapan akan masa depan anaknya sempat padam. Selama bertahun-tahun, warga Perdagangan, Kabupaten Simalungun ini hanya bisa memandangi putranya, Samuel, yang harus bekerja keras menjadi buruh cangkul dan sales keliling. Impian Samuel untuk mengenyam pendidikan tinggi terhalang oleh kondisi ekonomi keluarga. Sebagai penjual sate, penghasilan Ika tak pernah cukup untuk membiayai kuliah sang buah hati.

Kisah serupa dialami seorang ibu asal Pematang Siantar. Anaknya, Celsi Saragih, merupakan siswi berprestasi yang bahkan pernah diundang ke Istana Merdeka. Namun, keterbatasan finansial membuat Celsi terpaksa mengubur mimpinya meniti pendidikan tinggi. Demi membantu ekonomi keluarga—di mana sang ayah bekerja mempertaruhkan nyawa sebagai pemanjat pohon pinang—Celsi memilih bekerja di sebuah apotek.  

Bagi keluarga prasejahtera, melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas kerap dianggap sebagai impian yang mustahil. Namun, suasana haru membuncah di Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, Rabu (9/9/2026). Tangis haru dan rasa syukur terpancar dari raut wajah para orang tua saat menghadiri penyerahan beasiswa pendidikan tinggi.  

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Bantuan beasiswa tersebut digagas oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, yang secara konsisten memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga marjinal.  

Dalam acara penyerahan beasiswa yang dihadiri ribuan mahasiswa baru tersebut, para orang tua secara bergiliran membagikan kisah perjuangan mereka. Mulai dari seorang janda yang bekerja sebagai petugas kebersihan gereja, istri pengemudi ojek dalam jaringan (ojol) sekaligus penjual kue, hingga asisten rumah tangga (ART).  

"Kesempatan dan peluang tidak datang dua kali. Banyak orang di luar sana yang ingin kuliah tetapi tidak mendapat kesempatan. Bagi kalian yang beruntung, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan ini," ujar Ika Teresia dengan suara bergetar saat memberikan testimoni di hadapan peserta yang hadir.  

Ika menuturkan bahwa melalui jalur pendidikan, harkat dan martabat keluarga kurang mampu dapat terangkat, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.  

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) sekaligus Anggota DPR RI, dr. Sofyan Tan, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat prasejahtera.  

Di hadapan para wali murid, Sofyan Tan mengungkapkan bahwa latar belakang kehidupannya menjadi dorongan utama di balik program beasiswa dan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.  

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

"Hari ini saya bisa berada di posisi ini melalui perjuangan yang sangat berat. Saya lahir dari keluarga miskin; kedua orang tua saya tidak berpendidikan tinggi dan ayah saya seorang tukang jahit," ungkap Sofyan.  

Sofyan menegaskan bahwa program pendidikan gratis yang ia jalankan merupakan bentuk pengabdian murni dan perjuangan sosial tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Ia pun menyampaikan dua pesan utama kepada para mahasiswa penerima beasiswa:  

"Pesan saya hanya dua. Pertama, pastikan anak-anak belajar dengan giat dan rajin. Kedua, jika kelak menjadi orang sukses, bantulah masyarakat miskin tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras," pungkasnya.

Quote