Ikuti Kami

Buka Pelatihan di UBK, Hasto Tekankan Pentingnya Literasi Geopolitik bagi Gen-Z

Dorong Gen-Z Kuasai Geopolitik Bung Karno, Hasto: Bekal Hadapi Perubahan Konstelasi Global.

Buka Pelatihan di UBK, Hasto Tekankan Pentingnya Literasi Geopolitik bagi Gen-Z
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesuri.id – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya penguatan literasi geopolitik bagi Generasi Z (Gen-Z) sebagai bekal menghadapi perubahan konstelasi dunia yang kian dinamis dan sarat ketidakpastian.

Hasto memandang, pemahaman geopolitik mutlak dikuasai oleh generasi muda agar memiliki pisau analisis yang tajam dalam membaca arah dinamika global, menentukan sikap kebangsaan, serta memperjuangkan kepentingan nasional (national interest).

Hal tersebut disampaikan Hasto saat memberikan sambutan dalam agenda 'Pelatihan Penguatan Literasi Geopolitik Bagi Gen-Z' bertajuk “Memahami Dunia, Memperkuat Indonesia" di Aula Soekarno, Kampus Universitas Bung Karno (UBK), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

"Anda sekarang dihadapkan dengan perubahan konstelasi dunia yang sangat luar biasa yang memerlukan adanya suatu pisau analisa yang dimiliki oleh mahasiswa. Bagaimana kita bisa menentukan sikap, membaca, dan melakukan analisis atas apa yang terjadi," ujar Hasto di hadapan puluhan mahasiswa UBK.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Hasto menceritakan pengalaman pribadinya saat masih berstatus mahasiswa yang dihadapkan pada pergolakan geopolitik global, seperti Perang Malvinas serta konflik berkepanjangan antara Iran dan Irak. 

Dari momentum itulah, kata dia, ketertarikannya mendalami doktrin pemikiran geopolitik Bung Karno mulai tumbuh.

Lebih lanjut, Hasto mengingatkan para mahasiswa agar tidak terjebak pada formalitas mengejar selembar sertifikat kelulusan semata. 

Menurutnya, kaum muda harus membekali diri dengan kepemimpinan intelektual (intellectual leadership) dan daya pikir yang progresif revolusioner.

"Kita ingin membangun mahasiswa UBK seperti dalam marsnya: berpikir progresif revolusioner. Bagaimana kita bisa menjadi pejuang-pejuang dan pemikir-pemikir pejuang kalau kita tidak menguasai intellectual leadership itu," tegas Hasto.

Oleh karena itu, dalam pelatihan tersebut mahasiswa diwajibkan mengikuti tahapan pre-test dan post-test secara berdisiplin guna mengukur pemahaman materi secara substantif.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Kalau mau dapat sertifikat gampang, pelatihan ikut berdisiplin langsung dapat sertifikat. Tapi bukan itu misi kita. Kita ingin mahasiswa UBK jauh lebih hebat daripada sekadar memiliki certificate of attendance," paparnya.

Pelatihan ini turut menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi lintas bidang sebagai narasumber, di antaranya Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana, Dosen dan Peneliti Universitas Pertahanan RI Margaretha Hanita, Gubernur Lemhannas RI periode 2022–2023 Andi Widjajanto, serta moderator Franky Paulus Roring.

Hadir pula dalam agenda tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno Rommy Soekarno, jajaran dekanat, dosen, serta perwakilan mahasiswa UBK yang bertindak sebagai penanggap, yakni Kurnia Aryasatya dan Chrisostomos Inuhan.

Hasto berharap, pelatihan geopolitik ini menjadi jembatan pengabdian akademis yang mampu meretas jalan masa depan anak muda Indonesia untuk tampil percaya diri sebagai pemimpin peradaban dunia.

Quote