Jakarta, Gesuri.id - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan menjelang Lebaran 2026 ketersediaan dan harga bahan pokok di wilayah Sleman dalam kondisi baik, aman, dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu berlebihan berbelanja atau "panic buying".
"Kami sampaikan untuk kebutuhan bahan pokok ini masih tersedia aman," kata Danang seusai melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan bahan pokok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DY) di sejumlah pasar, di Sleman, Senin.
Danang mengimbau masyarakat tidak perlu untuk belanja berlebihan, secukupnya saja, tidak usah panik, dan bisa mengatur ekonomi secara matang sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang mengkhawatirkan.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Pemkab Sleman akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pemda DIY dalam melakukan monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok," katanya.
Menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2026 TPID Kabupaten Sleman bersama dengan TPID DIY melaksanakan melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan bahan pokok.
Pemantauan ini menyasar sejumlah tempat yaitu Pasar Sleman, Program Pasar Murah GOR Tridadi dan Indogrosir Sleman.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto mengatakan tujuan dari pemantauan yang dilakukan ini untuk mengetahui secara langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Sleman, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Sleman menjadi lokasi terakhir dari kegiatan pemantauan TPID DIY di lima Kabupaten/Kota," katanya.
Menurut dia dari pantauan tersebut secara umum ketersediaan bahan pokok di Sleman dalam kondisi aman, meskipun ada beberapa komoditas yang harganya naik namun masih dalam batas wajar.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Keta
"Bahan pokok yang mengalami kenaikan yaitu daging ayam dengan rata-rata kenaikan harga sebesar Rp2.000, kenaikan harga daging ayam ini juga terjadi di kabupaten/kota lainnya, kenaikan harga masih wajar, mungkin kami belum akan intervensi," katanya.
Ia mengatakan jika nanti terjadi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok yang besar, mungkin TPID DIY bersama Kabupaten/Kota akan melakukan operasi pasar murah.
"Begitu pun jika terjadi kelangkaan bahan pokok," katanya.

















































































