Cirebon, Gesuri.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, S.E., M.M., mengajak para pelajar SMK Taman Siswa Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, untuk memperkuat pemahaman tentang demokrasi dan peran strategis generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Imbauan tersebut disampaikan Diah di hadapan para siswa dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi yang bertujuan menumbuhkan kesadaran politik sejak dini, khususnya terkait hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
“Melalui pendidikan demokrasi, para siswa diharapkan tidak hanya mengenal konsep secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Diah.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pemahaman demokrasi tidak hanya sebatas keikutsertaan dalam pemilihan umum (pemilu).
Lebih dari itu, demokrasi mencakup sikap saling menghargai, keterbukaan terhadap perbedaan, kesediaan mendengarkan pandangan orang lain, serta kemampuan menyelesaikan persoalan melalui dialog.
Menurut Diah, pelajar merupakan aset masa depan bangsa yang berhak menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, ia berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang kritis dan bertanggung jawab.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial, Diah mengimbau para pelajar untuk lebih cermat dalam menyikapi arus informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong (hoaks) maupun informasi menyesatkan.
“Literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi. Pelajar perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi, memahami konteks peristiwa, serta menghindari penyebaran konten yang dapat memicu konflik dan perpecahan,” ungkapnya.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Selain itu, Diah juga mendorong lingkungan sekolah untuk menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang sehat secara langsung. Aktivitas sederhana seperti diskusi kelas, pemilihan pengurus organisasi siswa (OSIS), hingga kegiatan musyawarah dapat dijadikan sarana latihan bagi siswa dalam mempraktikkan prinsip kesetaraan, partisipasi, dan penghormatan terhadap keputusan bersama.
Ia berharap melalui kegiatan ini, para pelajar SMK Taman Siswa Pulasaren tidak lagi bersikap apatis terhadap isu-isu publik.
“Dengan pengetahuan yang memadai, sikap terbuka, dan rasa tanggung jawab sosial, generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam mendorong kehidupan demokrasi yang sehat dan bermartabat,” pungkasnya.

















































































