Tangerang, Gesuri.id — Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, menyoroti pentingnya akurasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos).
Hal itu disampaikan Abe sapaan akrabnya saat meninjau kediaman Beny, warga Kampung Bonang, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Beny, seorang warga jemaat Katolik St. Mikail yang tengah berjuang memulihkan kesehatannya usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit, harus menerima kenyataan pahit lantaran rumahnya roboh tergerus rayap. Kini, ia dan keluarganya terpaksa menumpang di rumah kosong milik tetangga.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Di tengah masa pemulihan tersebut, terungkap bahwa keluarga Beny terdata masuk dalam kategori Desil 6. Akibat status pendataan tersebut, ia tidak tersentuh program bantuan sembako maupun skema bantuan sosial pemerintah lainnya.
Menanggapi ketidaksesuaian data tersebut, Abe secara tegas mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera memvalidasi ulang data kesejahteraan masyarakat.
“Data kesejahteraan harus terus dicermati agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Jika ada perubahan keadaan atau informasi yang belum sesuai, perlu ada mekanisme verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala. Dengan begitu, penyaluran bantuan bisa tepat sasaran,” tegas Abe.
Menurut legislator muda PDI Perjuangan ini, turun langsung ke masyarakat menjadi langkah krusial agar pemerintah dan wakil rakyat tidak sekadar bersandar pada data di atas kertas.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
“Ketika kita melihat langsung kondisi masyarakat, kita bisa memahami bahwa persoalan yang mereka hadapi tidak sederhana. Pak Beny sedang berusaha pulih, tetapi keluarganya juga kehilangan tempat tinggal. Di balik laporan dan data, ada realitas kehidupan warga yang membutuhkan penanganan cepat,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Abe berbincang langsung untuk mendengarkan keluh kesah keluarga korban, sekaligus menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan dana tunai untuk membantu meringankan beban hidup serta kebutuhan pemulihan kesehatan Beny.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong akselerasi perbaikan data bantuan sosial di tingkat daerah agar masyarakat tergolong rentan tidak terabaikan dari hak-hak dasarnya.

















































































