Jambi, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menilai kolam retensi telago kajang lako yang berada di kawasan Paal V, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi akan menjadi pilot project (proyek percontohan) pengendalian banjir nasional.
"Kalau ini (kolam retensi) bisa mengurangi 60 hingga 80 persen banjir, tentu akan menjadi pilot project pengendalian banjir nasional," katanya usai meninjau kolam retensi kajang lako, Senin (26/10/2026).
Menurut Edi, kolam retensi telago kajang lako itu bukan hanya untuk pengendalian banjir belakang. Akan tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Kolam retensi ini bukan hanya untuk pengendalian banjir saja, tapi juga akan menumbuhkan roda ekonomi," ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Jambi itu menyebutkan, bahwa pembangunan kolam retensi telago kajang lako itu akan rampung dalam waktu dekat ini.
"Mudah-mudahan (kolam retensi) nanti diakhir November semua sudah 100 persen selesai. Sehingga pengendalian banjir ini bisa maksimum," sebut Edi, putra Kabupaten Sarolangun itu.
Walikota Jambi Maulana mengatakan, bahwa selain untuk penanggulangan banjir, kolam retensi mempunyai nilai ekonomis yang akan menjadi tempat pusat UMKM.
"Pusat tempat UMKM sudah kita siapkan. Tentu warga yang kurang mampu akan menjadi prioritas, kita berikan permodalannya untuk bisa mendapatkan hasil usaha disini," kata Maulana.
Maulana menjelaskan, bahwa kolam retensi ini memiliki tiga pintu air yang nantinya beroperasi secara bertahap untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah hilir bila terjadi hujan yang cukup lebat. Namun, saat ini pintu air kolam retensi itu ditutup.
"Ada satu yang memang overflow, kalau kelebihan. Tapi kalau hujan lebat maka pintu air secara bertahap akan dibuka, supaya di daerah hilir tidak banjir. Dibuka pelan-pelan (flow), pintu air sungai asam dibuka dan dibuang ke sungai batanghari secara bertahap," ungkapnya.

















































































