Kulon Progo, Gesuri.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, didorong untuk segera melakukan akselerasi dalam mengoptimalkan potensi daerah.
Langkah ini dinilai krusial memanfaatkan momentum Peringatan Hari Jadi Ke-75 Kabupaten Kulon Progo guna menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat kelas bawah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana, menilai Pemkab Kulon Progo sebenarnya telah berhasil membangun sistem dan fondasi pembangunan yang kuat.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Fondasi tersebut diharapkan menjadi pijakan utama untuk mengeksekusi berbagai program prioritas secara lebih cepat dan terukur,” ujar Fajar di Kulon Progo, Kamis (15/10/2026).
Fajar mengapresiasi komitmen Pemkab Kulon Progo yang terus menghadirkan program-program kerakyatan. Salah satu indikator keberhasilannya terlihat dari maraknya rangkaian acara lokal yang terbukti ampuh menggerakkan roda perekonomian warga di tengah tantangan ekonomi global.
“Di tengah tantangan ekonomi saat ini, gelaran acara lokal terbukti efektif menjadi pemantik (trigger) pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas bawah. Ke depan, jangkauan kegiatan serupa jangan hanya berpusat di area tertentu, melainkan harus meluas ke seluruh kecamatan dan kalurahan agar perputaran ekonomi dirasakan merata,” jelasnya.
Di samping menghadirkan kegiatan pemantik ekonomi, Fajar mengingatkan Pemkab Kulon Progo untuk tetap realistis menghadapi keterbatasan anggaran daerah untuk pembangunan fisik dan infrastruktur. Ia menyarankan agar fokus Pembangunan Daerah dialihkan pada penguatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Meskipun anggaran infrastruktur terbatas, program pemberdayaan masyarakat tetap harus berjalan optimal. Pemkab perlu terus membangun spirit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah agar tetap bergerak dan tangguh di tengah penurunan daya beli masyarakat,” tegas Fajar.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Untuk mengatasi persoalan keterbatasan APBD kabupaten, Fajar mendesak Pemkab Kulon Progo memperkuat sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten dengan RPJMD Pemerintah Provinsi DIY.
Menurutnya, penyelarasan perencanaan ini sangat strategis agar program daerah saling terhubung dan membuka peluang skema cost sharing (pembagian beban anggaran) antarjenjang pemerintah.
“Dengan demikian, keterbatasan APBD kabupaten tidak menjadi penghambat dalam merealisasikan program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

















































































